Mendikdasmen janji perkuat pendidikan nasionalisme, jawab kritik Megawati soal anak muda kurang paham sejarah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 19:45 WIB
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti janji perkuat pendidikan nasionalisme sejak usia dini (kemendikdasmen.go.id)
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti janji perkuat pendidikan nasionalisme sejak usia dini (kemendikdasmen.go.id)

GENMILENIAL.ID – Kritik Ketua Dewan Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengenai rendahnya pemahaman sejarah di kalangan anak muda direspons pemerintah dengan kebijakan baru di sektor pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, pihaknya berkomitmen memperkuat pendidikan nasionalisme melalui kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler.

“Memang menjadi concern kami, terutama di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bagaimana agar rasa cinta tanah air, bangga sebagai bangsa Indonesia, dan semangat kebangsaan bisa terus ditumbuhkan,” ujar Mu’ti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu 16 Agustus 2025.

Baca Juga: Usai dilantik jadi Wakapolri, Komjen Dedi langsung ditugasi kawal Satgas Pangan dan GPM

Salah satu langkah konkret yang ditempuh pemerintah adalah menjadikan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib mulai semester ini.

Menurut Mu’ti, kegiatan tersebut tidak hanya membentuk kedisiplinan dan kepemimpinan, tetapi juga menanamkan semangat gotong royong di kalangan pelajar.

Selain itu, pemerintah mendorong pembelajaran mendalam (deep learning) yang lebih kontekstual agar nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme dapat dipahami dan dihayati siswa secara nyata.

“Yang kedua adalah bagaimana agar pembelajaran ini sesuai dengan pembelajaran mendalam, deep learning juga lebih kontekstual, lebih berdampak,” jelasnya.

Baca Juga: Nelayan Cirebon tak sengaja temukan harta karun Rp720 miliar dari kapal karam di Laut Jawa

Mu’ti menambahkan, kurikulum ke depan akan memberi ruang lebih besar bagi pembelajaran berbasis pengalaman.

Hal ini diharapkan membuat siswa tidak sekadar memahami teori, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya, Megawati menyoroti fenomena banyak anak muda yang kurang mengetahui sejarah Republik Indonesia.

Ia mengingatkan pentingnya menanamkan semangat kebangsaan sejak dini melalui pendidikan, salah satunya lewat peran Paskibraka sebagai duta Pancasila.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap generasi muda Indonesia dapat tumbuh dengan karakter mulia, cinta tanah air, dan memiliki pemahaman sejarah yang kokoh.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X