Di Blitar, Megawati ungkap Soeharto tolak Bung Karno dimakamkan di TMP Kalibata: Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 3 November 2025 | 12:16 WIB
Megawati Soekarnoputri menjadi keynote speaker dalam peringatan 70 tahun KAA di Blitar, Jawa Timur (Tangkapan layar YouTube PDI Perjuangan)
Megawati Soekarnoputri menjadi keynote speaker dalam peringatan 70 tahun KAA di Blitar, Jawa Timur (Tangkapan layar YouTube PDI Perjuangan)

GENMILENIAL.ID – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenang perjuangan sang ayah, Bung Karno, dalam seminar internasional peringatan 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Jawa Timur, Sabtu, 1 November 2025.

Ia menuturkan, perjuangan ayahnya tak berhenti pada masa hidup, tetapi bahkan setelah wafat, termasuk soal penolakan pemakaman Bung Karno di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Megawati sebut Soeharto tak setuju Bung Karno dimakamkan di TMP Kalibata

Megawati mengungkapkan bahwa keluarga Bung Karno sempat mengajukan permohonan agar jenazah sang Proklamator dimakamkan di TMP Kalibata, sebagaimana layaknya pahlawan nasional lain.

Baca Juga: Otorita IKN beberkan rencana pembangunan tahap II: Anggaran capai Rp270 triliun, 20 ribu pekerja siap dikerahkan

Namun, permohonan itu tidak disetujui oleh Presiden Soeharto, yang saat itu berkuasa di masa Orde Baru.

“Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main. Waktu itu, oleh Presiden Soeharto, beliau tidak setuju Bung Karno ditempatkan di TMP Kalibata,” ungkap Megawati di hadapan peserta seminar.

“Makanya kenapa beliau tidak seperti biasanya dimakamkan di Taman Pahlawan, tapi di sini (Blitar),” lanjutnya.

Meski begitu, Megawati menilai keputusan itu menjadi simbol bahwa perjuangan Bung Karno tetap berlanjut hingga akhir hayatnya.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto sebut Megawati sudah ingatkan Jokowi: Rakyat butuh pendidikan dan pupuk, bukan kereta cepat

“Karena hanya untuk dimakamkan saja, tidak mudah,” tegas Presiden ke-5 RI itu.

Makam Bung Karno di Blitar kini jadi simbol nasionalisme

Megawati menyebut makam Bung Karno di Blitar kini justru menjadi tempat ziarah nasional yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, tempat ini sekarang menjadi sangat populer. Banyak orang datang ke sini, dan ini jadi aneh, bukan Taman Makam Pahlawan, tapi dikenal sebagai Makam Proklamator Bangsa Bung Karno,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X