Konflik Iran-Israel dan dinamika baru Timur Tengah: Perspektif Yanuardi Syukur, peneliti UI

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 14 Juli 2025 | 15:12 WIB
Yanuardi Syukur, Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia
Yanuardi Syukur, Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia

Ini menunjukkan konflik kawasan tetap hidup lewat aktor proksi seperti Hamas dan Hizbullah.

Tentang potensi Perang Dunia III, ia menilai skenarionya masih jauh, namun tak mustahil jika dikaitkan dengan konflik global lain seperti Rusia-Ukraina dan Laut China Selatan.

Soal ramalan kehancuran Israel oleh pendiri Hamas, Syekh Ahmad Yasin, Yanuardi melihatnya sebagai simbol harapan dan motivasi moral, bukan prediksi militer konkret.

Baca Juga: Setelah 10 tahun negosiasi, Prabowo umumkan perjanjian ekonomi RI–Uni Eropa resmi rampung

Dinamika baru kawasan

Pasca-perang, Iran tampil sebagai aktor regional yang disegani. Dunia Arab kini menimbang ulang relasi mereka dengan Israel, antara melanjutkan normalisasi atau menempuh jalur resistensi.

Menurut Yanuardi, inilah momen penting untuk membangun solidaritas regional baru yang lebih adil dan bermartabat.

“Perang ini bukan hanya militer, tapi juga ujian moral dan geopolitik bagi kawasan," tuturnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X