Ini menunjukkan konflik kawasan tetap hidup lewat aktor proksi seperti Hamas dan Hizbullah.
Tentang potensi Perang Dunia III, ia menilai skenarionya masih jauh, namun tak mustahil jika dikaitkan dengan konflik global lain seperti Rusia-Ukraina dan Laut China Selatan.
Soal ramalan kehancuran Israel oleh pendiri Hamas, Syekh Ahmad Yasin, Yanuardi melihatnya sebagai simbol harapan dan motivasi moral, bukan prediksi militer konkret.
Baca Juga: Setelah 10 tahun negosiasi, Prabowo umumkan perjanjian ekonomi RI–Uni Eropa resmi rampung
Dinamika baru kawasan
Pasca-perang, Iran tampil sebagai aktor regional yang disegani. Dunia Arab kini menimbang ulang relasi mereka dengan Israel, antara melanjutkan normalisasi atau menempuh jalur resistensi.
Menurut Yanuardi, inilah momen penting untuk membangun solidaritas regional baru yang lebih adil dan bermartabat.
“Perang ini bukan hanya militer, tapi juga ujian moral dan geopolitik bagi kawasan," tuturnya.***
Artikel Terkait
ESAI: Setelah kunjungan Trump ke Timur Tengah
ESAI: Paus Leo XIV dan harapan perdamaian untuk Gaza
Konflik Iran-Israel dan arsitektur baru Timur Tengah: Perspektif peneliti UI
Presiden Iran tegaskan tak ingin produksi senjata nuklir: Kami hanya ingin pertahankan hak yang sah
Perang Israel-Iran, DPR imbau WNI di wilayah konflik tetap tenang, evakuasi dilakukan bertahap
Iran bantah rencana negosiasi nuklir dengan AS, Menlu Araghchi sebut Washington penuh kontradiksi
Perang Israel-Iran sempat ganggu penerbangan haji, Menag: Sekarang sudah mulai lancar