Setelah 10 tahun negosiasi, Prabowo umumkan perjanjian ekonomi RI–Uni Eropa resmi rampung

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 14 Juli 2025 | 00:29 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kanan) (Instagram.com/@prabowo)
Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kanan) (Instagram.com/@prabowo)

GENMILENIAL.ID – Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan rampungnya perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa, usai negosiasi panjang yang berlangsung selama satu dekade.

Pengumuman ini disampaikan langsung dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussels, Belgia, pada Minggu, 13 Juli 2025.

“Hari ini kami berhasil membuat terobosan, setelah berunding selama 10 tahun, kami merampungkan perjanjian ekonomi komprehensif (CEPA), yang pada intinya merupakan perjanjian pasar bebas,” ujar Prabowo dalam konferensi pers bersama.

Baca Juga: Lagu 'Aku Pasti Kembali', simbol kerinduan Maia Estianty kepada Al, El, dan Dul di masa lalu

Prabowo menegaskan, kesepakatan CEPA akan membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas dan saling menguntungkan antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa.

Ia menyebut kedua belah pihak telah menyepakati seluruh poin yang tertuang dalam perjanjian tersebut.

“Kami akan saling mengakomodir kepentingan ekonomi satu sama lain, dan kami menemukan kepentingan-kepentingan itu saling menguntungkan,” lanjut Prabowo.

CEPA merupakan perjanjian yang mencakup sektor perdagangan barang, jasa, hingga investasi.

Baca Juga: ESAI: Puisi yang tertukar kuburnya

Perjanjian ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia di pasar global dan membuka lebih banyak peluang ekspor produk nasional ke Eropa.

"Tidak ada poin-poin perjanjian yang tidak disetujui oleh Indonesia dan Uni Eropa," tegas Prabowo.

Ia juga menyebut keberhasilan penyelesaian CEPA sebagai harapan baru di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.

“Di tengah bangkitnya banyak kebingungan dan instabilitas, saya pikir kita membuat contoh yang baik,” tandasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X