Suntikan dana dan bansos dinilai belum struktural
Lebih jauh, Ferry mengkritik pola kebijakan pemerintah yang masih bergantung pada redistribusi fiskal dan program bantuan sosial (bansos) untuk menjaga daya beli.
“Ketika penerimaan negara gemuk, baru disuntik ke masyarakat. Tapi itu bukan langkah struktural,” tegasnya.
Menurut Ferry, kebijakan semacam itu hanya memberi efek jangka pendek terhadap konsumsi, tanpa memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas.
Langkah administratif, bukan reformasi fiskal
Ferry juga menyoroti langkah Menkeu Purbaya menempatkan dana besar di Himbara. Menurutnya, kebijakan tersebut lebih bersifat administratif ketimbang strategi fiskal yang substantif.
“Sekarang Purbaya sering jadi perbincangan karena gaya koboinya, tapi yang penting itu kebijakannya apa. Pemindahan dana ke Himbara itu administratif saja, bukan reformasi fiskal nyata,” ujarnya.
Ferry menegaskan, pemerintah seharusnya lebih fokus memperluas peran sektor swasta dan menciptakan kebijakan fiskal yang mendorong produktivitas, bukan hanya mengandalkan pencitraan pejabat publik di media sosial.***