Setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, 214,82 ton narkoba dimusnahkan: Presiden soroti modus kartel dan PR rehabilitasi pecandu

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 21:35 WIB
Presiden Prabowo saat hadir dalam pemusnahan 214,82 ton narkoba dan beri pesa soal rehabilitasi hingga pemberantasan kartel (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo saat hadir dalam pemusnahan 214,82 ton narkoba dan beri pesa soal rehabilitasi hingga pemberantasan kartel (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

GENMILENIAL.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Dalam acara pemusnahan 214,82 ton narkoba di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Oktober 2025, Prabowo menyoroti masih maraknya peredaran narkoba melalui jalur laut dan mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga.

“Kita hadapi dan atasi dengan budaya bersatu. Tentara harus jadi tentara rakyat, polisi harus jadi polisi rakyat,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Ia mencontohkan penyelundupan narkoba yang kerap dilakukan pada dini hari melalui pelabuhan-pelabuhan tikus.

Baca Juga: Motor ‘brebet’ usai isi pertalite di Jatim, Bahlil turunkan Tim Lemigas, Pertamina klaim distribusi sesuai SOP

“Kalau ada kapal merapat jam 1 malam di pantai sepi, niatnya pasti tidak baik. Rakyat harus jadi mata dan telinga, laporkan kalau ada yang mencurigakan,” tegasnya.

Kartel narkoba gunakan modus canggih, dari kapal selam hingga jaringan global

Presiden juga mengungkap bahwa modus operasi kartel narkoba kini makin canggih, bahkan ada yang menggunakan kapal selam untuk menyelundupkan barang haram.

“Sekarang kartel narkoba punya kapal selam sendiri. Ini masalah di seluruh dunia,” ujarnya.

Prabowo mengapresiasi Polri yang telah menggagalkan peredaran narkoba senilai lebih dari Rp29,37 triliun selama setahun masa pemerintahannya bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: 26 WNI korban online scam di Myanmar berhasil dipulangkan, satu diduga pelaku perekrutan

“Anda sudah mencegah tersebarnya narkoba dalam jumlah besar. Tapi kartel-kartel itu tidak akan mau kalah. Kita harus terus waspada,” katanya.

Presiden tekankan sinergi Polri, TNI, dan Bea Cukai

Untuk memperkuat pemberantasan narkoba, Prabowo meminta aparat agar bekerja secara terpadu tanpa ego sektoral.

“Polisi harus sigap dan kompak bekerja sama dengan TNI, Bea Cukai, Kejaksaan, dan lembaga lainnya. Kita satu korps: korps merah putih, korps NKRI,” tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X