SUV bekas vs mobil listrik baru Rp250 jutaan, mana lebih menguntungkan?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:32 WIB
Budget 200 juta pilih beli SUV bekas apa Mobil EV baru (NKRI24JAM)
Budget 200 juta pilih beli SUV bekas apa Mobil EV baru (NKRI24JAM)

Informasi mengenai kondisi baterai dapat membantu calon pembeli menilai kendaraan listrik bekas secara lebih terukur.

Ketika informasi kondisi baterai belum mudah diperoleh, calon pembeli bisa lebih berhati-hati dalam menentukan harga yang bersedia mereka bayarkan.

Baca Juga: Kang Rey minta perangkat daerah perkuat transparansi informasi publik di Subang

Situasi ini turut menjadi pertimbangan bagi konsumen yang memikirkan nilai jual kembali mobil listrik setelah beberapa tahun digunakan.

Mengapa SUV bensin bekas masih menarik?

Dengan anggaran Rp250 juta hingga Rp300 juta, SUV bensin bekas berusia dua sampai empat tahun menawarkan sejumlah pertimbangan praktis.

1. Penyusutan harga awal sudah dilewati

SUV bekas telah melewati sebagian periode awal kepemilikan kendaraan.

Pada periode tersebut, kendaraan baru umumnya mengalami penurunan nilai yang perlu diperhitungkan pemiliknya.

Baca Juga: Heboh penggerebekan pembakar Warung Mi Babi Sukoharjo, polisi: Dia eks napi teroris

Karena itu, membeli SUV bekas dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang mempertimbangkan harga pembelian dan potensi depresiasi berikutnya.

Namun, nilai jual kembali tetap bergantung pada kondisi kendaraan, usia, dan permintaan pasar.

2. Lebih fleksibel untuk perjalanan jauh

SUV bermesin bensin tidak bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Hal ini menjadi pertimbangan bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan antarkota atau antarprovinsi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X