Informasi mengenai kondisi baterai dapat membantu calon pembeli menilai kendaraan listrik bekas secara lebih terukur.
Ketika informasi kondisi baterai belum mudah diperoleh, calon pembeli bisa lebih berhati-hati dalam menentukan harga yang bersedia mereka bayarkan.
Baca Juga: Kang Rey minta perangkat daerah perkuat transparansi informasi publik di Subang
Situasi ini turut menjadi pertimbangan bagi konsumen yang memikirkan nilai jual kembali mobil listrik setelah beberapa tahun digunakan.
Mengapa SUV bensin bekas masih menarik?
Dengan anggaran Rp250 juta hingga Rp300 juta, SUV bensin bekas berusia dua sampai empat tahun menawarkan sejumlah pertimbangan praktis.
1. Penyusutan harga awal sudah dilewati
SUV bekas telah melewati sebagian periode awal kepemilikan kendaraan.
Pada periode tersebut, kendaraan baru umumnya mengalami penurunan nilai yang perlu diperhitungkan pemiliknya.
Baca Juga: Heboh penggerebekan pembakar Warung Mi Babi Sukoharjo, polisi: Dia eks napi teroris
Karena itu, membeli SUV bekas dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang mempertimbangkan harga pembelian dan potensi depresiasi berikutnya.
Namun, nilai jual kembali tetap bergantung pada kondisi kendaraan, usia, dan permintaan pasar.
2. Lebih fleksibel untuk perjalanan jauh
SUV bermesin bensin tidak bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Hal ini menjadi pertimbangan bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan antarkota atau antarprovinsi.
Artikel Terkait
Mobil terparkir bisa terbakar, waspadai 10 penyebab berikut
Dua desain mobil Chery terendus di Indonesia, sedan mirip Fulwin A9L
Jangan asal tergiur harga miring, pahami 5 tips beli mobil bekas ala standar ATPM resmi
Petaka antrean BBM di Bali: Mobil Chery hantam puluhan motor, polisi bergerak usut tuntas
Gagal di mobil listrik, mobil hybrid China kini diganjal eropa!
Empat mobil hangus di parkiran TIS Square, Damkar ungkap titik awal api dari BMW
Mobil BYD gagal uji tabrak, ANCAP cuma kasih 3 bintang