Gaji manajer koperasi tak cukup berbasis jabatan, kompetensi dan kinerja harus jadi ukuran

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 13 September 2026 | 18:58 WIB
  Agus Sulistriyono, CEO Promedia Group (Dok. Promedia)
Agus Sulistriyono, CEO Promedia Group (Dok. Promedia)

Baca Juga: Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak, pencarian 243 penumpang dengan kapal TNI AL hingga jalur udara

“Jangan sampai titelnya sudah manajer, gajinya sudah manajer, tetapi kapasitasnya masih harus dibentuk dari nol,” ujarnya.

Menurutnya, kesempatan bagi anak muda untuk memimpin koperasi tetap perlu dibuka. Namun, kesempatan tersebut harus berjalan bersama pelatihan dan target yang terukur.

Dengan demikian, posisi manajer tidak hanya menjadi titel administratif, tetapi benar-benar mencerminkan tanggung jawab untuk mengelola badan usaha.

UMK bisa jadi basis penghasilan

Agus juga menilai gaji manajer koperasi tidak tepat apabila disamakan begitu saja dengan UMR atau UMK. Seorang manajer memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan staf biasa.

Baca Juga: Kebakaran meluas hingga area kafe, kawasan wisata Bromo ditutup total

Tanggung jawab tersebut mencakup operasional, keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, pengelolaan stok, jaringan pemasok hingga memastikan keberlangsungan bisnis koperasi.

Karena itu, kompensasi manajer dinilai wajar jika berada di atas penghasilan staf biasa. Salah satu skema yang dapat dipertimbangkan adalah menjadikan UMK masing-masing daerah sebagai dasar perhitungan.

Untuk manajer pemula, gaji dasar misalnya dapat berada pada kisaran 1,5 hingga 2,5 kali UMK. Setelah itu, penghasilan dapat ditambah melalui insentif yang dikaitkan dengan pencapaian kinerja.

Skema tersebut dinilai dapat mempertimbangkan perbedaan biaya hidup antarwilayah sekaligus memberikan penghargaan terhadap tanggung jawab manajer. Namun, komponen yang paling penting tetap berada pada kinerja koperasi.

Baca Juga: Ibu kerja serabutan, ayah telah tiada, pelajar MAN 1 Pasuruan justru tembus parlemen remaja DPR RI

Gaji tinggi tak masalah jika kinerja terukur

Ukuran kinerja manajer koperasi dapat dibuat melalui sejumlah indikator.

Di antaranya pertumbuhan omzet, laba atau sisa hasil usaha (SHU), kesehatan arus kas, jumlah anggota aktif, pertumbuhan transaksi, efisiensi operasional hingga kemampuan koperasi membuka lapangan pekerjaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X