Gaji manajer koperasi tak cukup berbasis jabatan, kompetensi dan kinerja harus jadi ukuran

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 13 September 2026 | 18:58 WIB
  Agus Sulistriyono, CEO Promedia Group (Dok. Promedia)
Agus Sulistriyono, CEO Promedia Group (Dok. Promedia)

Agus yang karib dipanggil Sulis bahkan tidak mempermasalahkan jika seorang manajer koperasi nantinya memperoleh penghasilan Rp10 juta, Rp15 juta, bahkan Rp20 juta per bulan.

Menurutnya, besaran tersebut dapat dinilai wajar selama kinerja koperasi mampu membenarkan kompensasi yang diterima.

Baca Juga: Persib Tumbang 1-2 dari Persija, Kang Akur serukan bobotoh Subang jaga kondusivitas

“Gaji Rp16 juta sebenarnya tidak otomatis mahal. Pertanyaannya adalah: Rp16 juta itu dibayar untuk menghasilkan apa? Kalau dia mampu membangun koperasi dengan omzet miliaran, laba sehat dan memberikan manfaat besar kepada anggota, bisa jadi Rp16 juta justru murah,” katanya.

Sebaliknya, penghasilan beberapa juta rupiah sekalipun dapat menjadi mahal apabila koperasi belum mampu menghasilkan pendapatan, tetapi sudah menanggung biaya manajemen yang besar.

Koperasi harus dikelola sebagai badan usaha

Bagi Agus, pembahasan mengenai gaji manajer pada akhirnya tidak dapat dipisahkan dari cara melihat KDKMP itu sendiri.

Koperasi tidak seharusnya hanya dikelola dengan pendekatan administratif atau dipandang sebagai proyek pemerintah.

Baca Juga: Viral sopir TransJakarta Monas-Pulogadung diduga ugal-ugalan hingga bikin penumpang terjatuh

Koperasi merupakan badan usaha sehingga manajernya harus memiliki kemampuan membaca pasar, menjaga arus kas, menghitung biaya, meningkatkan penjualan dan memastikan bisnis terus bertumbuh.

Karena itu, fresh graduate yang dipercaya menjadi manajer perlu mendapatkan pelatihan intensif.

Materi yang dibutuhkan antara lain pengelolaan keuangan, supply chain, pemasaran, negosiasi, kepemimpinan hingga pengembangan bisnis.

“Fresh graduate jangan diremehkan. Mereka harus diberi kesempatan. Tetapi kesempatan itu harus diikuti peningkatan kompetensi dan target yang terukur. Kalau kinerjanya bagus, penghasilannya juga harus bisa naik signifikan,” ujar Agus.

Baca Juga: Nestapa warga di Makassar imbas kelangkaan BBM: Antre dari sore sampai subuh, sulit mendapatkannya

Pada akhirnya, perdebatan mengenai gaji manajer KDKMP tidak semestinya hanya berhenti pada penentuan angka tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X