Gempa magnitudo 5,9 guncang Kepulauan Seribu pagi tadi, ini analisis BMKG soal potensi tsunami

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 12 September 2026 | 16:11 WIB
Menyoroti fakta terkini usai guncangan gempa magnitudo 5,9 di Kepulauan Seribu hingga berdampak pada perjalanan kereta api (Dok. BPBD DKI - KAI)
Menyoroti fakta terkini usai guncangan gempa magnitudo 5,9 di Kepulauan Seribu hingga berdampak pada perjalanan kereta api (Dok. BPBD DKI - KAI)

GENMILENIAL.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Laut Jawa dan terasa hingga pantai Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu 12 September 2026 pagi.

Guncangan tersebut sempat membuat warga menelusuri kemungkinan adanya potensi tsunami di wilayah pesisir.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.23 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki magnitudo terkini M5,9 dengan kedalaman mencapai 368 kilometer.

Baca Juga: Rp1,2 miliar digelontorkan untuk jalan Sukasari-Cisampih, Kang Rey: Bukti pembangunan berkelanjutan

BPBD DKI Jakarta menyebut episenter gempa berada di laut, tepatnya pada koordinat 5,24 derajat LS dan 106,78 derajat BT.

Lokasi tersebut berada sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

BMKG pastikan tak berpotensi tsunami

Kemunculan guncangan gempa pada pagi hari membuat potensi tsunami menjadi salah satu hal yang dicari dan diperhatikan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Laut Jawa.

Namun, berdasarkan hasil analisis dan pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa M5,9 tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Baca Juga: Viral insiden mobil listrik Ioniq 6 terbakar di Simpang Tomang Jakbar, gimana awalnya?

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Diimbau kepada warga agar tetap tenang,” demikian imbauan BMKG.

Kepastian tersebut disampaikan setelah BMKG melakukan analisis terhadap parameter gempa dan pemodelan tsunami.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi terkait dampak gempa tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X