Istana buka suara soal polemik royalti lagu di kafe: Pemerintah cari jalan tengah

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 04:48 WIB
Ilustrasi kafe - Respon Istana soal lagu diputar di kafe (Unsplash/Rod Long)
Ilustrasi kafe - Respon Istana soal lagu diputar di kafe (Unsplash/Rod Long)

GENMILENIAL.ID – Polemik soal royalti lagu yang diputar di kafe dan tempat usaha tengah menjadi perhatian publik, tak hanya di kalangan musisi, tetapi juga pelaku usaha.

Pemerintah pun menyatakan tengah mencari solusi terbaik atas perbedaan pandangan yang berkembang.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan bahwa Istana mengetahui kegaduhan ini dan tengah mengupayakan jalan tengah agar semua pihak merasa adil.

Baca Juga: Animo masyarakat membludak, pendaftaran undangan upacara 17 Agustus di Istana mungkin dibuka lagi

“Kita sedang mencari jalan keluar ya, sebaik-baiknya, karena kan juga itu di satu sisi memang ada hak yang diperjuangkan saudara-saudara pencipta lagu,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Selasa, 5 Agustus 2025.

Namun, ia juga mengakui bahwa terdapat pandangan berbeda mengenai penerapan royalti tersebut, terutama dari para pemilik kafe atau rumah makan yang merasa tak masuk dalam kategori komersial seperti konser atau acara besar.

“Kalau itu domain publik, kalau tanda kutip dianggap dikomersialisasikan tapi bentuknya seperti di kafe atau rumah makan, ada yang berpendapat itu nggak masalah,” ungkapnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Subang: TPPO bukan sekadar pidana, ini pelanggaran HAM!

Sementara di sisi lain, ada yang menyatakan bahwa royalti seharusnya dikenakan hanya kepada pihak-pihak yang menyelenggarakan event, show, atau platform yang menghasilkan keuntungan.

“Platform, show, event yang memang menghasilkan keuntungan, ada pendapat bahwa itu yang harus diatur pembagian haknya dengan pencipta lagu,” jelasnya.

Karena perbedaan inilah, pemerintah mendorong diskusi bersama antar pemangku kepentingan.

“Kita cari jalan keluar terbaiknya, bukan dipanggil, kita duduk bareng,” tegas Prasetyo.

Baca Juga: Bupati Subang: Eksploitasi anak adalah kejahatan luar biasa, kami tak akan diam!

Ia memastikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam persoalan ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X