“Mahasiswi tersebut memiliki IPK 3,8 dan merupakan penerima beasiswa KIP-K,” terang Agus.
Kejadian ini menambah catatan penting mengenai pentingnya dukungan psikososial dan sistem pemantauan kesehatan mental mahasiswa, terutama di masa-masa akhir perkuliahan yang kerap menimbulkan tekanan besar.***
Artikel Terkait
Hakim AS blokir sementara rencana pemerintahan Trump batasi mahasiswa asing di Harvard
Ramai dugaan pelat nomor mobil penabrak mahasiswa UGM diganti, polisi: Ada motif mengaburkan barang bukti
Proses hukum tetap berjalan, 16 mahasiswa Trisakti masih berstatus tersangka usai ricuh demo
Kasus mahasiswa UGM tewas ditabrak BMW, paman korban minta penegak hukum bertindak transparan
Keluarga Christiano Pengarapenta minta maaf atas kecelakaan yang tewaskan mahasiswa UGM
Update kematian mahasiswa Unila: Polda Lampung siap bongkar makam Pratama Wijaya
Kecelakaan di perairan Maluku tewaskan dua mahasiswa UGM, program KKN-PPM dievaluasi