GENMILENIAL.ID – Kasus kematian Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila), kembali menjadi sorotan.
Kepolisian Daerah (Polda) Lampung akan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam almarhum pada Senin, 30 Juni 2025.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas dugaan ketidakwajaran kematian Pratama yang terjadi usai mengikuti pendidikan dasar organisasi mahasiswa pencinta lingkungan Mahapel.
"Ekshumasi almarhum Pratama Wijaya bakal kami lakukan pada Senin, 30 Juni," ujar Kasubdit III Jatanras Polda Lampung, Kompol Zaldy Kurniawan, Sabtu, 28 Juni 2025.
Baca Juga: Trump klaim selamatkan Khamenei dari kematian, tapi malah dihujani kebencian
Tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara akan diturunkan untuk memastikan penyebab kematian secara medis.
Polda menyebut ekshumasi ini penting dalam mengungkap fakta-fakta baru dalam penyelidikan.
"Pembongkaran makam akan dilakukan oleh tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara, guna memastikan kembali penyebab pasti kematian," jelas Zaldy.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses ekshumasi telah sesuai dengan prosedur hukum dan dilakukan atas persetujuan keluarga korban.
Sejauh ini, sebanyak 18 saksi telah diperiksa, terdiri dari peserta Diksar Mahapel, panitia, alumni, pihak kampus Unila, hingga orang tua korban.
Sebagai informasi, Pratama Wijaya dilaporkan meninggal dunia pada 28 April 2025.
Sebelumnya, ia diduga mengalami kekerasan fisik saat mengikuti kegiatan Diksar Mahapel di kawasan Gunung Betung, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada 14–17 November 2024.
Polda Lampung berharap hasil ekshumasi dapat mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi keluarga almarhum.***
Artikel Terkait
Kejanggalan kematian Juwita, jurnalis Banjarbaru jadi perhatian, pihak kepolisian lakukan penyidikan
Kasus mahasiswa UGM tewas ditabrak BMW, paman korban minta penegak hukum bertindak transparan
Keluarga Christiano Pengarapenta minta maaf atas kecelakaan yang tewaskan mahasiswa UGM
Dear Netizen: Komedian juga manusia, kematian Gusti Irwan tak pantas jadi bahan candaan
Polda Metro klarifikasi UGM dan SMAN 6 Solo terkait laporan Jokowi soal dugaan ijazah palsu
Dua tahun mengabdi di Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu kini pindah ke Polda Metro Jaya
Polda Sumut gagalkan penyelundupan 30 kg sabu dan 2.000 liquid vape narkoba dari Malaysia, pengendali jaringan masih buron