Warga tersebut juga berharap adanya dukungan berupa dapur umum atau bantuan pangan selama Ramadan.
Menurutnya, keberadaan dapur umum sebelumnya sangat membantu masyarakat yang terdampak banjir.
Baca Juga: Blak-blakan! Dugaan pelanggaran IUP Tumpang Pitu, eks Bupati Banyuwangi disorot pegiat antikorupsi
“Kita mengharapkan dapur umum lah. Kalau ingat itu, kami nggak sanggup,” tuturnya sambil menahan tangis.
Seiring waktu, sebagian relawan mulai meninggalkan lokasi dan beberapa dapur umum yang sempat berdiri juga telah tutup.
Sementara itu, kondisi ekonomi warga belum sepenuhnya stabil.
Kondisi permukiman mulai membaik
Meski demikian, terdapat perkembangan positif di sejumlah wilayah permukiman.
Baca Juga: ESAI: Paradoks regulasi 2026, ancaman serius bagi legalitas BUJK dan serapan APBD daerah
Di kawasan BTN Satelit Graha, misalnya, lumpur sisa banjir mulai dibersihkan dan akses jalan yang sebelumnya tergenang kini sudah bisa dilalui.
Dalam video yang diunggah pada 12 Februari 2026, terlihat mahasiswa IPDN membantu membersihkan parit dan saluran air warga.
“Kondisi kemarin parit sedikit tertimbun, sekarang sudah dikorek adik-adik IPDN. Sudah jauh lebih membaik,” ujar pemilik akun dalam video tersebut.
Kendati proses pemulihan fisik terus berjalan, tantangan pemenuhan kebutuhan pangan selama Ramadan masih menjadi perhatian utama.
Warga berharap adanya kolaborasi pemerintah daerah, relawan, serta berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama bulan suci.