Relawan di Aceh Utara haru dapat sekantong jeruk nipis dari warga Geudumbak yang masih mengungsi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 16 Februari 2026 | 23:42 WIB
Cerita relawan saat mendapatkan oleh-oleh jeruk nipis dari warga Desa Geudumbak, Aceh Utara (Instagram/mnztl_)
Cerita relawan saat mendapatkan oleh-oleh jeruk nipis dari warga Desa Geudumbak, Aceh Utara (Instagram/mnztl_)

GENMILENIAL.ID – Cerita menghangatkan hati datang dari Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Di tengah proses pemulihan pascabanjir dan longsor akhir November 2025, seorang relawan justru mendapat oleh-oleh tak terduga dari warga yang masih bertahan di pengungsian.

Kisah tersebut dibagikan oleh influencer asal Aceh, Manda, melalui akun Instagram @mnztl_ pada Senin, 16 Februari 2026.

Dalam video berdurasi 2 menit 32 detik, ia menceritakan pengalaman saat hendak meninggalkan lokasi usai mengunjungi warga terdampak bencana.

Baca Juga: Viral siswa SD di Parigi Moutong seberangi sungai tanpa jembatan, pilih akses aman dibanding MBG

Jeruk nipis dari hasil kebun warga

Manda mengungkapkan, saat hendak pulang untuk menunaikan salat Maghrib, beberapa ibu-ibu dan seorang nenek menghampiri mobil rombongan relawan.

“Kami mau pulang untuk menunaikan salat Maghrib, tapi di samping mobil kami ada beberapa ibu-ibu dan seorang nenek yang menghampiri kami,” ujarnya dalam video tersebut.

Sang nenek kemudian menawarkan sekantong jeruk nipis. Awalnya, Manda mengira jeruk tersebut hendak dijual.

“Nenek itu bilang, ‘Nak, saya ada sedikit jeruk nipis, mau dibawa pulang?’ terus aku jawab, ‘Boleh nek, berapaan?’ karena aku pikir nenek itu mau jual dan aku niatnya mau beli,” lanjutnya.

Baca Juga: Perda miras Subang disorot usai 9 tewas, Kang Akur: Tak ada kompromi untuk oplosan

Namun, tawaran untuk membeli jeruk tersebut ditolak. Sang nenek ingin memberikannya secara cuma-cuma sebagai bentuk sedekah dari hasil kebun yang ia tanam.

“Aku sedih, padahal kondisi mereka sedang susah, mereka nggak punya rumah, nggak punya tempat tinggal, mereka masih mengungsi di dalam tenda, tapi mereka ingat kami,” ucapnya haru.

Tradisi berbagi di tengah keterbatasan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X