Jembatan apung di Sawang Aceh Utara hampir rampung, warga tak perlu bayar Rp20 ribu naik getek lagi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:01 WIB
Jembatan apung di Kecamatan Sawang, Aceh Utara hampir rampung usai lebih dari 2 bulan pascabanjir (Instagram/rully_xabian)
Jembatan apung di Kecamatan Sawang, Aceh Utara hampir rampung usai lebih dari 2 bulan pascabanjir (Instagram/rully_xabian)

GENMILENIAL.IDJembatan apung yang menghubungkan Desa Sawang dengan sejumlah desa lain di Kabupaten Aceh Utara segera rampung setelah lebih dari dua bulan warga harus bertahan menggunakan perahu getek pascabanjir.

Pembangunan jembatan darurat tersebut dikerjakan sekitar 30 personel Yonzipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama Kodim 0103/Aceh Utara, berkoordinasi dengan Babinsa Koramil 19/Sawang.

Kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terkendala akses penyeberangan.

Baca Juga: 9 Tewas miras oplosan, polisi tahan pelaku dan buru pemasok ke Cirebon

“Alhamdulillah pengerjaannya hampir selesai. Masyarakat saat ini mengalami kesulitan ekonomi, untuk naik perahu getek harus membayar Rp20 ribu,” ujar dokter sekaligus relawan, Dokter Lee, dikutip dari unggahan akun Instagram @rully_xabian, Sabtu 14 Februari 2026. 

Dua bulan bergantung pada getek

Sejak banjir melanda kawasan tersebut, akses penyeberangan di Kecamatan Sawang hanya bisa dilakukan menggunakan getek atau rakit sederhana.

Tak hanya mengangkut warga, getek juga digunakan untuk membawa sepeda motor.

Namun, operasional getek sangat bergantung pada kondisi arus sungai. Saat arus deras, warga harus menunggu hingga air lebih tenang demi keselamatan.

Baca Juga: Sinergi jadi kunci, Kang Akur ajak KONI Subang solid songsong Porprov Jabar 2026

Situasi ini tentu menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Biaya Rp20 ribu untuk sekali menyeberang pun dirasakan cukup membebani, terutama bagi warga yang harus bolak-balik setiap hari.

Terkendala medan dan material

Di balik proses pembangunan, TNI menghadapi sejumlah tantangan teknis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X