GENMILENIAL.ID — Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026 terasa jauh berbeda bagi korban banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang.
Tahun ini, sebagian warga harus menyambut bulan suci dari tenda-tenda pengungsian setelah rumah mereka hancur diterjang banjir pada akhir November 2025.
Awal Ramadan sendiri telah diumumkan Muhammadiyah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara pemerintah melalui sidang isbat menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026.
Di tengah kondisi serba terbatas, curahan hati seorang ibu di Aceh Tamiang viral di media sosial.
Baca Juga: Hasil sidang isbat Kemenag: Pemerintah tetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh Kamis 19 Februari 2026
Melalui unggahan akun Instagram @linggg.pdf pada Selasa, 17 Februari 2026, ibu tersebut mengungkapkan kegelisahannya menyambut Ramadan dari tenda pengungsian.
Ajarkan puasa di tengah panas tenda
Dalam video tersebut, ia mengaku tetap ingin mengenalkan dan melatih anak-anaknya berpuasa meski kondisi tidak ideal.
Panas terik dan sempitnya tenda menjadi tantangan tersendiri.
“Berat kali Ramadan kali ini, dengan kondisi mau ngajar anak bulan Ramadan tapi dengan kondisi rumah nggak ada, di tenda yang panas, yang terik,” ucapnya.
Baca Juga: Sopir taksi di Bogor kembalikan uang Rp180 juta, tolak imbalan dan bikin salut warganet
“Dari kecil kita ajarkan dia untuk berpuasa kalau bulan Ramadan itu wajib, ngelatih,” lanjutnya.
Baginya, Ramadan bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga momen pendidikan karakter bagi anak-anak.
Namun, situasi pascabencana membuat proses itu terasa jauh lebih berat dari biasanya.
Artikel Terkait
Sempat viral di medsos, cerita warga Aceh Tamiang bertahan di SPBU saat banjir bandang: Enam hari tanpa makan
Sempat trauma usai bencana, ibu suarni di Aceh Tengah menangis saat kembali ke area rumahnya yang hilang tersapu longsor
Meski terendam lumpur dan berbau, warga Aceh Tamiang pilah gabah pascabanjir untuk bertahan hidup
Gelondongan kayu bekas banjir terbakar di Aceh Utara saat dini hari, warga berhamburan ke lokasi
Jembatan apung di Sawang Aceh Utara hampir rampung, warga tak perlu bayar Rp20 ribu naik getek lagi
Relawan di Aceh Utara haru dapat sekantong jeruk nipis dari warga Geudumbak yang masih mengungsi
Dibayangi trauma, warga Aceh Tamiang masih lari ke masjid saat hujan turun