GENMILENIAL.ID — Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi sebagian warga di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu, proses pemulihan masih terus berjalan hingga menjelang bulan suci.
Sejumlah penyintas mengaku belum sepenuhnya pulih secara ekonomi maupun fasilitas rumah tangga.
Kondisi ini membuat persiapan menyambut Ramadan tidak semudah tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Siswa SMPN 48 Sa Ate Gaikiu NTT belajar di kelas bambu rusak, video kondisi sekolah viral di medsos
Kebiasaan sahur yang kini berubah
Salah satu warga Aceh Tamiang mengungkapkan, biasanya ia sudah menyiapkan kebutuhan sahur sejak malam hari.
Bahan makanan yang tersedia di rumah bisa disimpan di kulkas dan dimasak saat waktu sahur tiba.
“Biasanya kami sebelum tidur sudah masak nasi, nanti lauk yang di kulkas tinggal dimasak,” ujarnya dalam unggahan video akun Instagram @adjie.apk, Jumat, 13 Februari 2026.
Namun pascabanjir, banyak peralatan rumah tangga yang rusak atau hilang, termasuk kulkas. Akibatnya, bahan makanan tidak bisa disimpan lama dan harus langsung dimasak agar tidak membusuk.
Baca Juga: Dukung peran pers, IFG gelar pameran foto jurnalistik nasional di Jakarta
“Kalau sekarang kulkas tak ada, jadi kami tak bisa simpan ikan. Harus langsung dimasak,” katanya.
Perubahan kebiasaan ini menjadi tantangan tersendiri, terutama saat harus mengatur stok pangan untuk kebutuhan sahur dan berbuka selama Ramadan.
Harapan dapur umum kembali hadir
Artikel Terkait
Meski terendam lumpur dan berbau, warga Aceh Tamiang pilah gabah pascabanjir untuk bertahan hidup
Gelondongan kayu bekas banjir terbakar di Aceh Utara saat dini hari, warga berhamburan ke lokasi
Jembatan apung di Sawang Aceh Utara hampir rampung, warga tak perlu bayar Rp20 ribu naik getek lagi
Relawan di Aceh Utara haru dapat sekantong jeruk nipis dari warga Geudumbak yang masih mengungsi
Dibayangi trauma, warga Aceh Tamiang masih lari ke masjid saat hujan turun
Ramadan 2026 di tenda pengungsian Aceh Tamiang, ibu ini ingin ajarkan anak puasa di tengah panas dan keterbatasan
Cinta Laura temui korban banjir bandang di Aceh, puji keteguhan anak-anak yang belajar di tenda tanpa listrik