Guru ikut berjuang, kini lebih sering jalan kaki
Tak hanya murid, para guru pun menunjukkan semangat yang sama.
Baca Juga: ESAI: Sekjen Kemenag dan ikhtiar membela guru madrasah swasta
Salah seorang guru dalam video tersebut menceritakan bahwa sebelum bencana, ia biasa berangkat mengajar menggunakan sepeda motor.
Namun, pascabanjir, kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih membuatnya harus lebih sering berjalan kaki dan menyeberang sungai menggunakan perahu.
“Sekarang kalau mau pulang, jalan kaki sampai mau nyeberang pakai boat. Biasanya bawa motor, tapi ini kan jalannya baru kebuka dua hari, jadi belum bawa motor lagi,” ujarnya.
Kondisi tersebut tak menyurutkan niat para guru untuk tetap hadir di sekolah demi memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan meski dalam keterbatasan.
Baca Juga: Raffi Ahmad kunjungi Subang, siap dorong ekraf lokal tembus pasar nasional
Menuai kekaguman dan doa warganet
Semangat siswa dan guru di Desa Sekumur itu menuai apresiasi luas dari warganet.
Kolom komentar dipenuhi doa, dukungan, dan harapan agar fasilitas pendidikan di wilayah tersebut segera pulih.
“Pemandangan yang bikin nyesek, tapi salut banget sama kemauan belajarnya. Semoga lelahmu jadi lillah,” tulis salah satu warganet.
“Semoga fasilitas sekolah di Aceh Tamiang bisa segera diperbaiki, biar anak-anak bisa belajar dengan layak lagi,” tulis warganet lainnya.
Baca Juga: Hujan deras, kawasan huntara Palembayan Agam yang baru diresmikan kebanjiran
Akses Desa Sekumur perlahan mulai terbuka