Minta doa dan ketabahan
Dalam video berdurasi sekitar 37 detik tersebut, ibu itu juga memohon doa dari masyarakat agar ia dan keluarga diberi kekuatan menjalani Ramadan di pengungsian.
Baca Juga: Peluk boneka orang utan pengganti induknya, kisah bayi monyet punch di Jepang bikin haru
“Tapi ya begini, Insya Allah lah. Minta doa dari semua yang ada, yang melihat ini. Kami minta doa untuk berikan kami kesabaran dan ketabahan. Kesehatan terutama untuk menyambut bulan Ramadan,” paparnya.
Kondisi pengungsian yang panas pada siang hari serta keterbatasan fasilitas membuat warga harus beradaptasi ekstra, terutama bagi anak-anak yang baru belajar berpuasa.
Harapan dapur umum saat Ramadan
Sementara itu, dalam unggahan lain dari akun Instagram @adjie.apk pada Jumat, 13 Februari 2026, seorang warga Aceh Tamiang lainnya juga menyuarakan harapan agar dapur umum tetap tersedia selama Ramadan.
“Kita mengharapkan dapur umum. Kalau ingat itu, kami nggak sanggup,” ujarnya sambil terisak.
Seiring waktu, sejumlah relawan mulai meninggalkan lokasi dan beberapa warga kembali ke rumah kerabat.
Dampaknya, dapur umum yang sebelumnya membantu kebutuhan makan harian korban bencana mulai berkurang bahkan tutup.
Kondisi ini membuat persiapan sahur dan berbuka menjadi tantangan baru.
Baca Juga: Istri derita tumor mata, rumah nyaris ambruk: Perjuangan Ayan di Subang bikin hati tersayat
Tanpa kulkas dan fasilitas penyimpanan, warga harus memasak dalam waktu singkat agar bahan makanan tidak cepat membusuk.
Ramadan tahun ini pun menjadi ujian kesabaran tersendiri bagi warga Aceh Tamiang, yang tak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga berjuang di tengah keterbatasan pascabencana.***
Artikel Terkait
Sempat viral di medsos, cerita warga Aceh Tamiang bertahan di SPBU saat banjir bandang: Enam hari tanpa makan
Sempat trauma usai bencana, ibu suarni di Aceh Tengah menangis saat kembali ke area rumahnya yang hilang tersapu longsor
Meski terendam lumpur dan berbau, warga Aceh Tamiang pilah gabah pascabanjir untuk bertahan hidup
Gelondongan kayu bekas banjir terbakar di Aceh Utara saat dini hari, warga berhamburan ke lokasi
Jembatan apung di Sawang Aceh Utara hampir rampung, warga tak perlu bayar Rp20 ribu naik getek lagi
Relawan di Aceh Utara haru dapat sekantong jeruk nipis dari warga Geudumbak yang masih mengungsi
Dibayangi trauma, warga Aceh Tamiang masih lari ke masjid saat hujan turun