Istri derita tumor mata, rumah nyaris ambruk: Perjuangan Ayan di Subang bikin hati tersayat

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 17 Februari 2026 | 16:49 WIB
Kondisi rumah Ayan yang berdinding bilik bambu tampak rapuh dan berlubang, atap bocor serta lantai masih tanah, nyaris ambruk saat musim hujan. (Dok. Istimewa)
Kondisi rumah Ayan yang berdinding bilik bambu tampak rapuh dan berlubang, atap bocor serta lantai masih tanah, nyaris ambruk saat musim hujan. (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Nasib pilu dialami Ayan (47 tahun), warga Dusun Mulyasari RT 015/004, Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, ia harus merawat istrinya, Juleha (44 tahun), yang menderita tumor bola mata, sementara rumah yang mereka tempati nyaris ambruk dan kerap kebanjiran saat musim hujan.

Sudah sekitar satu tahun terakhir, Juleha hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Penyakit yang awalnya dianggap sepele kini membuat bola mata sebelah kanannya membengkak dan sulit terbuka.

Penglihatannya pun terganggu, membuatnya tak mampu lagi beraktivitas seperti biasa.

Baca Juga: Viral driver wanita Bandung antar paket besar dijuluki ‘rudal’ ke Lembang, tempuh 1 jam dengan ongkir Rp35 ribu

Ayan mengaku telah membawa sang istri berobat menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) ke RS PMC Pamanukan. Namun hingga kini, belum ada perubahan signifikan terhadap kondisi mata istrinya.

Di rumah sederhana berdinding bilik bambu dan berlantai tanah itu, Juleha hanya bisa berbaring, tak mampu membantu ekonomi keluarga.

Rumah rapuh di tepi sungai

Penderitaan keluarga ini tak berhenti pada kondisi kesehatan. Rumah yang mereka tempati berada di samping sungai dan sering terdampak luapan air saat hujan turun.

Lantainya masih berupa tanah sehingga becek ketika kebanjiran. Genting banyak yang pecah, atap bocor di sejumlah titik, dan bilik bambu sudah rapuh serta berlubang.

Baca Juga: Viral warga dusun Wonorojo Kendal iuran Rp12 juta perbaiki jalan, netizen soroti dana desa

Dalam kondisi seperti itu, rasa khawatir rumah ambruk selalu menghantui, terutama saat hujan deras mengguyur. Namun karena tak memiliki tempat tinggal lain, Ayan dan istrinya tetap bertahan di rumah tersebut.

Ia berharap pemerintah dapat memperjuangkan bantuan program bedah rumah atau rutilahu agar tempat tinggalnya bisa lebih layak huni dan aman ditempati.

Bertahan dari jualan pagar bambu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X