Togap mengaku kelelahan saat harus memasak dalam jumlah besar untuk para penyintas.
Namun rasa lelah itu seketika hilang ketika melihat warga, terutama anak-anak dan ibu-ibu, bisa menikmati makanan layak.
“Jujur capek, tapi capeknya hilang ketika lihat ibu-ibu bisa makan banyak, anak-anak bisa makan banyak. Ada yang bilang mereka makan mi instan terus, dan itu sedih banget,” tuturnya.
Ia pun merasa bersyukur karena masih bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga, sementara banyak korban banjir kehilangan segalanya.
“Sekarang mereka, jangankan buat tinggal, buat makan aja susah. Aceh masih belum baik-baik saja, guys,” ucapnya dengan nada haru.
Keyakinan Togap: Warga Aceh akan bangkit
Meski kondisi di lapangan begitu memprihatinkan, Togap tetap optimistis melihat semangat para penyintas.
Baca Juga: Tiga nama mengerucut, penentuan Dewan Pengawas Perumda TRS masuk tahap penentuan oleh Bupati Subang
“Aku percaya sih, dengan keceriaan mereka, mereka pasti bisa bangkit cepat,” katanya.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, total kerusakan rumah di Aceh Tamiang mencapai 37.888 unit.
Rinciannya, 15.174 rumah rusak ringan, 9.366 rusak sedang, 8.509 rusak berat, serta 4.839 unit rumah rusak berat hanyut.
Kehadiran relawan seperti Togap MCI menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan, sekaligus pengingat bahwa solidaritas masih hidup di tengah bencana.***
Artikel Terkait
Akses jalan terputus, perjuangan nakes menembus desa terisolir di Linge Aceh Tengah lewati sungai berarus deras
Pilu ibu korban banjir bandang Aceh, kenang genggaman terakhir anak: Yang penting kalian hidup, biarkan mama
Terobos banjir demi mengajar, aksi guru matematika SMK Serang ini tuai salut warganet
Sekolah rusak diterjang banjir bandang, bocah asal Agam Sumbar ini harap bisa belajar normal kembali
Sebulan jelang Ramadan, warga Aceh masih bergulat dengan lumpur sisa banjir bandang
Lhok Pungki, Dusun di Aceh Utara yang kini berubah jadi sungai pascabanjir bandang
Tangis ayah pecah di posko kesehatan Lhok Pungki, gendong anak sakit demi dapatkan obat