GENMILENIAL.ID — Lebih dari 40 hari pascabanjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera, sejumlah daerah terdampak masih berada dalam kondisi terisolir.
Salah satunya adalah beberapa desa di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, yang hingga kini belum sepenuhnya bisa diakses melalui jalur darat.
Putusnya jembatan utama akibat terjangan banjir membuat warga dan relawan harus bertaruh keselamatan demi mencapai desa-desa terpencil seperti Jamat dan Reje Payung.
Kondisi ini turut berdampak pada pelayanan kesehatan, yang memaksa tenaga kesehatan (nakes) menempuh jalur ekstrem demi menjangkau warga.
Baca Juga: Gaji John Herdman di Timnas Indonesia disorot, lebih rendah dari Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert
Nakes jalan kaki menyeberangi Sungai Kala Ilie
Viral di media sosial memperlihatkan perjuangan rombongan nakes yang berusaha masuk ke Desa Jamat dan Reje Payung dengan berjalan kaki menyeberangi Sungai Kala Ilie.
Sungai tersebut memiliki arus cukup deras dengan ketinggian air hampir sepinggang orang dewasa.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @lingkaran_gayo pada Selasa, 14 Januari 2026, tampak para nakes bergandengan tangan dengan warga setempat untuk menjaga keseimbangan saat melintasi sungai.
Langkah demi langkah mereka lakukan dengan hati-hati demi memastikan keselamatan bersama.
Baca Juga: Jay Idzes sambut John Herdman, kapten Timnas ajak ukir sejarah baru bersama Garuda
Video tersebut telah ditonton lebih dari 14 ribu kali dan menuai respons simpati dari warganet, yang menilai perjuangan para nakes sebagai bentuk pengabdian luar biasa di tengah keterbatasan akses.
Tali sling dan jembatan darurat jadi andalan
Tak hanya berjalan di sungai, cara lain yang digunakan untuk mencapai desa terisolir adalah dengan memanfaatkan tali sling seadanya.
Artikel Terkait
Bikin terharu, anak-anak TK di Aceh Tamiang nyanyikan lagu penyemangat untuk prajurit TNI pembersih sisa banjir
Cerita penyintas banjir bandang Aceh Tamiang: Dikira banjir biasa, kami tak punya persiapan
Influencer King Abdi ungkap kebutuhan mendesak warga Aceh Tamiang, bukan hanya makanan tapi obat penyakit kulit
Guru di Pidie Jaya Aceh viral menangis usai laptop sekolah tertimbun lumpur, ungkap banyak data pensiun guru senior
Pulang dari pesantren, bocah Aceh Tamiang dapati rumahnya sudah hanyut diterjang banjir bandang
Akses darat masih putus, warga desa terisolir di Aceh Tengah jalan kaki 2 km lewati sungai demi jual durian
Pemulihan pertanian jadi kunci hidup 80 persen warga, influencer Virdian Aurellio soroti kondisi petani Aceh Tamiang pascabanjir