GENMILENIAL.ID — Sebuah video yang menampilkan perjuangan seorang guru di SMKN 2 Kota Serang, Banten, mendadak viral di media sosial.
Guru tersebut tetap datang ke sekolah untuk mengajar matematika meski ruang kelas terendam banjir.
Dalam unggahan akun Instagram @undercover.id pada Sabtu, 17 Januari 2026, tampak seorang guru perempuan melangkah masuk ke area sekolah yang tergenang air.
Dengan pakaian rapi dan buku di tangan, ia menghampiri para siswa yang tengah membersihkan kelas dari genangan banjir.
Alih-alih menyuruh siswa pulang, guru tersebut justru mengajak mereka masuk kelas untuk tetap mengikuti pelajaran.
“Ayo masuk, segera masuk,” ucap sang guru dalam video yang beredar.
Aksi sederhana namun penuh dedikasi itu sontak menuai pujian dari warganet. Banyak yang tersentuh melihat semangat sang guru yang tetap mengajar meski kondisi sekolah tidak memungkinkan.
Tetap mengajar meski kelas terendam
Dalam video tersebut terlihat kondisi kelas yang tergenang air cukup tinggi. Sejumlah siswa tampak kebingungan dan mempertanyakan apakah kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
“Bu, ini banjir, belajarnya bagaimana?” ujar salah satu siswa.
Bahkan ada siswa lain yang menyarankan agar pelajaran diliburkan mengingat kondisi kelas yang tidak kondusif. Namun, sang guru tetap bersikeras menjalankan tugasnya sebagai pendidik.
Unggahan tersebut disertai keterangan yang menggambarkan keteguhan hati sang guru.
Artikel Terkait
Pabrik peleburan timbal di Serang ditutup total, terbukti tak punya izin lingkungan
Banjir-longsor serang 4 kabupaten di Sumut: 1 Warga hilang, 2 jembatan putus, ribuan rumah terdampak
Cerita penyintas banjir bandang Aceh Tamiang: Dikira banjir biasa, kami tak punya persiapan
Di hadapan Wapres Gibran, mahasiswa Kalsel bongkar 180 dugaan tambang ilegal dan soroti banjir tahunan
Teguran saat lewati banjir berujung dugaan penganiayaan, sejoli di Jakarta Utara alami luka lebam
Pulang dari pesantren, bocah Aceh Tamiang dapati rumahnya sudah hanyut diterjang banjir bandang
Pilu ibu korban banjir bandang Aceh, kenang genggaman terakhir anak: Yang penting kalian hidup, biarkan mama