GENMILENIAL.ID — Harapan baru muncul di tengah proses pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Keluarga kopilot Farhan Gunawan mengungkap adanya aktivitas mencurigakan dari smartwatch milik Farhan yang masih merekam pergerakan langkah kaki usai pesawat dinyatakan hilang kontak.
Pengakuan tersebut disampaikan oleh kerabat Farhan, Pitri Keandedes Hasibuan, melalui sebuah video yang viral di media sosial.
Baca Juga: Tiga nama mengerucut, penentuan Dewan Pengawas Perumda TRS masuk tahap penentuan oleh Bupati Subang
Informasi ini sontak memicu perhatian publik sekaligus memperkuat harapan agar proses pencarian terus dimaksimalkan.
Smartwatch masih merekam langkah kaki
Dalam video yang beredar, Pitri menjelaskan bahwa ponsel milik Farhan ditemukan dan kini berada di tangan adiknya yang juga merupakan pasangan Farhan.
Dari perangkat tersebut, diketahui smartwatch Farhan masih terhubung dan mencatat aktivitas.
“Pesawat jatuh tanggal 17 Januari, lalu tanggal 18 HP-nya ditemukan di hutan. Setelah dicek, smartwatch-nya masih merekam langkah kaki sejak pagi hari,” ujar Pitri dalam video yang diunggah akun Instagram @makasar_iinfo, Senin 19 Januari 2026.
Ia menyebut, data menunjukkan adanya pergerakan langkah sejak pukul 06.00 WITA hingga malam hari.
Jumlah langkah pun terus bertambah, menandakan kemungkinan adanya aktivitas manusia.
“Langkah kakinya masih terus bertambah. Itu yang membuat kami yakin dan berharap Farhan masih bertahan,” katanya.
Keluarga minta pencarian diperluas
Artikel Terkait
Pesawat capung jatuh di Bogor, mantan Kadispen AU Marsma Fajar Adriyanto meninggal dunia
Insiden pesawat Cessna PT Wise Air di Karawang: Turun dari 5.500 ke 500 kaki dalam hitungan detik
Gary Iskak meninggal dunia akibat kecelakaan motor, Ade Jigo ungkap kronologi detik-detik kejadian
Momen terakhir Gary Iskak terungkap: Sempat pinjam RX King untuk lepas rindu sebelum alami kecelakaan maut
Menkes Budi curhat mahalnya tiket pesawat ke Aceh, relawan medis terpaksa masuk lewat Malaysia
Truk gagal menanjak di Tanjakan Yapan Depok, mobil Fortuner jadi penahan dan cegah kecelakaan beruntun
Serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan di Gunung Bulusaraung, Basarnas pastikan proses evakuasi berlanjut