GENMILENIAL.ID — Kisah inspiratif datang dari seorang pedagang es kelapa muda di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Pria yang akrab disapa Haji Ali ini viral usai mendaftarkan puluhan anggota keluarganya untuk mendapatkan porsi ibadah haji.
Aksi tersebut terekam dalam unggahan akun Instagram @undercover.id pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Dalam video itu, Haji Ali terlihat datang ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gowa dengan rombongan besar menggunakan lima mobil dan belasan sepeda motor.
Kedatangan rombongan tersebut sempat mengundang perhatian pegawai Kemenhaj, lantaran jumlahnya yang tidak sedikit dan terjadi hanya sehari setelah kantor tersebut resmi ditempati.
Daftarkan anak hingga cucu demi dapat porsi haji
Haji Ali mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Kemenhaj bertujuan untuk mendaftarkan anak, ponakan, hingga cucunya agar mendapatkan nomor porsi haji sejak dini.
“Kami datang untuk daftarkan anak, ponakan, dan cucu agar dapat porsi haji,” ujar Haji Ali.
Dari total rombongan yang hadir, sebanyak 24 orang resmi didaftarkan, sementara sisanya hanya ikut mengantar sebagai penggembira.
Baca Juga: WNI di Belanda curhat soal panduan bertahan hidup 72 jam, gegara listrik padam warga diminta siaga
Haji Ali sendiri diketahui telah menunaikan ibadah haji sebanyak dua kali, yakni pada tahun 1996 dan 2012.
Pengalaman tersebut membuatnya ingin memastikan keturunannya kelak bisa menunaikan rukun Islam kelima.
Total setoran capai Rp600 juta, berangkat 2050
Artikel Terkait
Wamen Haji Dahnil Anzar: Legalisasi umrah mandiri justru lindungi jemaah dan pelaku travel
DPR kritik Kemenhaj soal penurunan biaya haji 2026 hanya Rp1 juta: Semangatnya masih seperti Dirjen PHU
DPR dan pemerintah sepakat biaya haji 2026 Rp87,4 juta, jemaah bayar Rp54,1 juta, turun Rp2 juta dari tahun lalu
SBY hadiri Haul ke-9 Haji Mochamad Thohir: Beliau adalah great leader yang tak pernah menyerah
Guru di Pidie Jaya Aceh viral menangis usai laptop sekolah tertimbun lumpur, ungkap banyak data pensiun guru senior
Baskara Putra luruskan stigma Aksi Kamisan, tegaskan perjuangan HAM bukan isu lima tahunan
Pilu ibu korban banjir bandang Aceh, kenang genggaman terakhir anak: Yang penting kalian hidup, biarkan mama