Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Gowa, Alim Bahri, membenarkan pendaftaran tersebut. Ia menyebut, seluruh peserta telah memenuhi syarat administrasi, termasuk usia minimal 12 tahun.
“Yang didaftarkan sebanyak 24 orang. Rata-rata masih usia 12 hingga 30 tahun, kebanyakan masih pelajar dan mahasiswa,” ujar Alim.
Baca Juga: Terobos banjir demi mengajar, aksi guru matematika SMK Serang ini tuai salut warganet
Untuk mendapatkan nomor porsi haji reguler, setiap orang wajib menyetor dana awal sekitar Rp25 juta. Dengan demikian, total setoran awal rombongan Haji Ali mencapai Rp600 juta.
“Estimasi keberangkatan mereka sekitar tahun 2050 mendatang,” tambahnya.
Dana setoran tersebut nantinya dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan akan dikembangkan selama masa tunggu.
Viral dan tuai pujian warganet
Aksi Haji Ali pun menuai pujian luas dari warganet. Banyak yang menilai langkahnya sebagai bentuk investasi akhirat sekaligus keteladanan dalam perencanaan ibadah sejak dini.
Hingga Sabtu siang, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 1.500 pengguna Instagram.
“Masya Allah, kakek ini visioner. Daftarin cucu sejak sekarang,” tulis akun @verawidya16.
“Pedagang es kelapa tapi rezekinya luar biasa. Semoga jadi inspirasi,” komentar akun @surya.jazz.
Kisah Haji Ali menjadi pengingat bahwa ketulusan, kerja keras, dan niat baik dapat membuka jalan rezeki sekaligus pahala jangka panjang.***
Artikel Terkait
Wamen Haji Dahnil Anzar: Legalisasi umrah mandiri justru lindungi jemaah dan pelaku travel
DPR kritik Kemenhaj soal penurunan biaya haji 2026 hanya Rp1 juta: Semangatnya masih seperti Dirjen PHU
DPR dan pemerintah sepakat biaya haji 2026 Rp87,4 juta, jemaah bayar Rp54,1 juta, turun Rp2 juta dari tahun lalu
SBY hadiri Haul ke-9 Haji Mochamad Thohir: Beliau adalah great leader yang tak pernah menyerah
Guru di Pidie Jaya Aceh viral menangis usai laptop sekolah tertimbun lumpur, ungkap banyak data pensiun guru senior
Baskara Putra luruskan stigma Aksi Kamisan, tegaskan perjuangan HAM bukan isu lima tahunan
Pilu ibu korban banjir bandang Aceh, kenang genggaman terakhir anak: Yang penting kalian hidup, biarkan mama