Di hadapan Wapres Gibran, mahasiswa Kalsel bongkar 180 dugaan tambang ilegal dan soroti banjir tahunan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 14 Januari 2026 | 00:01 WIB
Menyoroti pernyataan mahasiswa di Kalimantan Selatan yang menyampaikan aspirasinya ke Wapres, Gibran Rakabuming Raka (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti pernyataan mahasiswa di Kalimantan Selatan yang menyampaikan aspirasinya ke Wapres, Gibran Rakabuming Raka (Instagram.com/@undercover.id)

GENMILENIAL.ID — Linimasa media sosial tengah ramai memperbincangkan momen sejumlah mahasiswa di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menyampaikan aspirasi langsung kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat kunjungan ke lokasi banjir di Desa Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Momen dialog tersebut terjadi ketika Gibran meninjau wilayah terdampak banjir pada Kamis, 8 Januari 2026, dan kembali viral setelah diunggah akun Instagram @undercover.id pada Selasa, 13 Januari 2026.

Dalam pertemuan itu, para mahasiswa menyampaikan kritik tajam terkait pengelolaan sumber daya alam, khususnya persoalan tambang yang dinilai menjadi salah satu faktor utama kerusakan lingkungan dan meningkatnya risiko banjir di Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Cerita penyintas banjir bandang Aceh Tamiang: Dikira banjir biasa, kami tak punya persiapan

Mahasiswa ungkap 180 dugaan kasus tambang ilegal

Dalam salah satu cuplikan video, seorang mahasiswa secara terbuka menyampaikan hasil kajian yang mereka lakukan terkait aktivitas pertambangan di Kalsel.

“Selama ini di Kalimantan Selatan ada izin-izin pertambangan,” ujar mahasiswa tersebut di hadapan Wapres Gibran.

Ia kemudian mengungkap temuan mengejutkan. “Ditemukan kurang lebih 180 dugaan kasus tambang ilegal berdasarkan kajian kami,” tegasnya.

Mahasiswa itu menilai, persoalan tambang tidak bisa dilepaskan dari kebijakan lintas sektor dan meminta keterlibatan pemerintah pusat dalam penyelesaiannya.

Baca Juga: Bikin terharu, anak-anak TK di Aceh Tamiang nyanyikan lagu penyemangat untuk prajurit TNI pembersih sisa banjir

“Kami sampaikan ini ke bapak sebagai RI 2, agar bisa diselesaikan bersama menteri yang terkait,” lanjutnya.

Menurutnya, izin tambang batu bara, perkebunan sawit, dan sektor ekstraktif lainnya di Kalimantan Selatan telah berdampak langsung pada kerusakan lingkungan dan memperparah bencana banjir.

Banjir disebut sudah jadi rutinitas tahunan

Selain soal tambang, mahasiswa juga menyoroti persoalan tata ruang wilayah yang dinilai belum berpihak pada mitigasi bencana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X