“Kondisi cuaca bukan halangan. Guru Matematika tetap mengajar meskipun sekolahnya terendam banjir. Full effort demi mencerdaskan anak bangsa,” tulis akun pengunggah.
Baca Juga: Kopi Subang tembus pasar Afrika, 96 ton diekspor ke Aljazair jadi bukti koperasi lokal naik kelas
Aksi yang bikin haru dan tuai apresiasi
Perjuangan guru matematika SMK Serang itu langsung mendapat respons luas dari warganet.
Hingga Sabtu sore, 17 Januari 2026, video tersebut telah disukai lebih dari 1.600 pengguna Instagram dan dibanjiri komentar apresiatif.
Banyak warganet yang terharu melihat dedikasi sang guru yang tetap menjalankan kewajibannya meski dalam keterbatasan.
“Memang di mana-mana guru matematika semangatnya luar biasa, tidak pernah absen walau badai datang,” tulis akun @ayu_srfn.
Komentar lain bernada jenaka namun penuh makna juga bermunculan.
Baca Juga: Polres Subang wujudkan rumah layak huni untuk Ibu Armah lewat program Rutilahu
“Banjir di bawah kaki, bukan di atas papan tulis. Salut Bu Guru,” tulis akun @melaoctavia.
Cermin dedikasi guru di tengah keterbatasan
Aksi guru SMK di Serang ini menjadi potret nyata dedikasi tenaga pendidik di Indonesia.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi alam yang tidak bersahabat, semangat untuk mencerdaskan anak bangsa tetap diutamakan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran guru bukan sekadar mengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi teladan tentang ketulusan, tanggung jawab, dan pengabdian.***
Artikel Terkait
Pabrik peleburan timbal di Serang ditutup total, terbukti tak punya izin lingkungan
Banjir-longsor serang 4 kabupaten di Sumut: 1 Warga hilang, 2 jembatan putus, ribuan rumah terdampak
Cerita penyintas banjir bandang Aceh Tamiang: Dikira banjir biasa, kami tak punya persiapan
Di hadapan Wapres Gibran, mahasiswa Kalsel bongkar 180 dugaan tambang ilegal dan soroti banjir tahunan
Teguran saat lewati banjir berujung dugaan penganiayaan, sejoli di Jakarta Utara alami luka lebam
Pulang dari pesantren, bocah Aceh Tamiang dapati rumahnya sudah hanyut diterjang banjir bandang
Pilu ibu korban banjir bandang Aceh, kenang genggaman terakhir anak: Yang penting kalian hidup, biarkan mama