Terisolir pascabanjir dan longsor, warga Dusun Lelabu Aceh Tengah mendayung sampan berjam-jam demi bertahan hidup

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 2 Januari 2026 | 17:12 WIB
Warga Dusun Lelabu, Mendale, Aceh Tengah yang masih kesulitan akses darat untuk dapat bantuan (Instagram/syahru_ozer)
Warga Dusun Lelabu, Mendale, Aceh Tengah yang masih kesulitan akses darat untuk dapat bantuan (Instagram/syahru_ozer)

Mendayung tanpa lampu, 4 jam menembus gelap danau

Para pria dewasa terpaksa tertinggal di dusun karena keterbatasan kapasitas kapal. Situasi semakin mencekam ketika air kembali datang dari arah perbukitan sekitar tengah malam.

Baca Juga: Awali 2026, 106 personel Polres Subang terima kenaikan pangkat

“Jam 12 malam air datang lagi dari atas. Bapak-bapak ini naik sampan ke Takengon, sampainya jam 4 subuh. Tanpa lampu, di tengah danau,” tuturnya.

Warga lain menggambarkan momen itu sebagai pengalaman paling menegangkan sepanjang hidup mereka.

Longsoran terjadi di kiri dan kanan, sementara mereka hanya mengandalkan satu dayung dalam hujan deras.

“Dari jam 12 malam sampai jam 4 subuh, gunung-gunung di kiri kanan kayak runtuh. Rasanya kayak gunung itu pecah,” kata warga tersebut.

Baca Juga: Tak lagi sekadar OTT, Mahfud MD bongkar mandeknya kasus korupsi besar sepanjang 2025

Sampan yang digunakan hanya mampu menampung sekitar lima orang. Mereka mendayung perlahan, berharap selamat sampai ke Takengon.

Bertahan hidup di tengah keterbatasan

Hingga kini, jalan darat menuju Dusun Lelabu belum bisa dilalui. Untuk membeli kebutuhan pokok seperti minyak goreng, telur, atau beras, warga harus mendayung sampan selama tiga hingga empat jam.

“Kalau mau beli minyak makan atau telur, harus didayung. Nggak ada boat, cuma sampan,” ujar seorang relawan.

Meski rumah-rumah mereka rusak dan dipenuhi lumpur yang mengeras, sebagian warga memilih kembali dan bertahan di dusun.

Baca Juga: Hingga akhir 2025, BNPB salurkan Dana Tunggu Hunian Rp8,7 miliar ke 4.838 rekening warga terdampak bencana

Mereka membersihkan rumah seadanya dan menjalani hidup dengan segala keterbatasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X