“Nggak ada apa-apa lagi, tinggal yang ada di badan. Yang penting selamat,” ucap seorang warga dengan suara lirih.
Tanpa gas, warga memasak menggunakan kayu bakar. Di tengah kondisi serba sulit, mereka tetap berusaha bangkit dengan keyakinan bahwa keselamatan nyawa adalah segalanya.
“Harta masih bisa dicari, cuma nyawa yang terbatas,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Jalan berlumpur hambat pemulihan listrik, warga Arul Badak Aceh Tengah gotong royong tarik truk PLN
Peduli konservasi alam, pengusaha asal Lampung kembangkan puluhan ribu bibit tanaman di Subang
Aliran sungai baru muncul di tengah perkampungan, warga dusun Suka Maju Tapsel bertahan di masjid pascabanjir bandang
Panik gempa susulan, status Gunung Burni Telong naik siaga, warga Bener Meriah pilih mengungsi
Negara tanggung biaya jembatan Bailey dan operasional TNI di kawasan bencana Sumatra
Influencer Sherly Annavita bongkar teror di rumahnya, mobil dicoret dan dilempar telur busuk
Diteror bangkai ayam hingga bom molotov, DJ Donny balik sentil pelaku dan dapat kritik pedas Ketua Ormas