GENMILENIAL.ID — Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada penghujung 2025, mulai dari Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat, menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Kepedulian terhadap isu lingkungan tak hanya datang dari kalangan aktivis, tetapi juga dari pelaku usaha.
Salah satunya ditunjukkan oleh Mugi Tenarsyah, pengusaha muda asal Lampung yang sejak hampir dua tahun terakhir menekuni usaha pembibitan tanaman di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Upaya tersebut ia lakukan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Melihat potensi alam Subang yang besar
Sejak bekerja sebagai manajer di salah satu destinasi wisata di Kecamatan Ciater, Mugi melihat potensi sumber daya alam Subang yang sangat besar, namun belum sepenuhnya dikelola secara optimal, khususnya dalam hal pembibitan tanaman.
“Yang melatarbelakangi itu sebenarnya potensi. Potensi Subang itu sangat besar, sangat bagus. Yang kedua, ya kita menjaga alam, karena kekayaan kita itu ada di alam,” ujar Mugi saat diwawancarai Senin, 29 Desember 2025.
Baca Juga: Akses darat putus, warga Desa Burlah Aceh Tengah bertahan hidup dengan tali sling pascabanjir
Berangkat dari keprihatinan sekaligus peluang tersebut, Mugi mulai merintis usaha pembibitan sejak 2024 dengan menyiapkan berbagai komoditas tanaman produktif.
Puluhan ribu bibit untuk jaga alam dan ketahanan pangan
Dalam usahanya, Mugi mengembangkan bibit tanaman seperti kopi, kakao, cengkeh, durian, alpukat, pepaya, dan cabai rawit (cengek). Beberapa di antaranya telah disiapkan dalam jumlah besar.
“Untuk cengkeh puluhan ribu bibit, kopi puluhan ribu, kakao juga puluhan ribu. Kalau durian dan alpukat masih ribuan, belum puluhan ribu,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sebagian bibit kopi bahkan sudah berbuah karena disiapkan sejak hampir dua tahun lalu, jauh sebelum isu ketahanan pangan menjadi fokus pemerintah saat ini.
Artikel Terkait
7 Tips menghindari ancaman longsor, salah satunya dengan konservasi tanah dan air
Bandung kenalkan ‘KTP Pohon’, warga bisa cek identitas dan kondisi pohon lewat QR Code
Perumda TRS dan AQUA tanam 1.800 pohon di mata air Cipondok, upaya jaga hulu sungai Cipunagara
Antisipasi KLB penyakit pascabanjir, eks Ketum PB IDI ingatkan pelayanan kesehatan harus dekat dengan posko pengungsian
Rumah lenyap diterjang banjir bandang, warga Desa Suka Jadi Aceh Tamiang: Tinggal tangga dan kamar mandi
Jalan berlumpur hambat pemulihan listrik, warga Arul Badak Aceh Tengah gotong royong tarik truk PLN
Akses darat putus, warga Desa Burlah Aceh Tengah bertahan hidup dengan tali sling pascabanjir