Ferry Irwandi ingatkan risiko syok pasar usai kirim cabe dari Aceh: Rantai suplai jangan rusak

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 25 Desember 2025 | 14:29 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera (Instagram.com/@irwandiferry)
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera (Instagram.com/@irwandiferry)

GENMILENIAL.ID — Upaya pemulihan ekonomi warga Sumatera pascabanjir bandang akhir November 2025 terus dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan mendistribusikan hasil tani ke luar daerah.

Namun di balik inisiatif tersebut, influencer sekaligus aktivis kemanusiaan Ferry Irwandi mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan rantai suplai agar langkah pemulihan tidak justru memicu persoalan baru di pasar.

Ferry sebelumnya terlibat langsung dalam pengiriman puluhan ton komoditas cabai dari Aceh menuju wilayah luar daerah, termasuk Jakarta.

Baca Juga: Polres Subang patroli dan cek gereja, pastikan perayaan Natal 2025 aman dan kondusif

Meski demikian, ia menegaskan bahwa distribusi hasil tani tidak boleh dilakukan secara serampangan, terutama jika berpotensi menimbulkan over supply dan merugikan petani di wilayah lain.

Distribusi untuk pemulihan, bukan sekadar kirim barang

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @irwandiferry, pada Rabu, 24 Desember 2025, Ferry menjelaskan bahwa langkah distribusi hasil tani yang dilakukan bersama Rumah Tani bertujuan utama untuk menggerakkan kembali ekonomi dasar warga terdampak bencana.

“Seperti yang teman-teman ketahui, kita sama Rumah Tani itu sudah mengambil berpuluh ton cabai,” ujar Ferry.

Baca Juga: H-1 Natal 2025, arus lalu lintas Tol Cipali lancar dengan dominasi arah Cirebon

Ia menyebutkan bahwa hasil tani tersebut tidak seluruhnya disalurkan ke Jakarta, melainkan disebar ke berbagai titik distribusi di luar ibu kota guna menjaga keseimbangan pasar.

“Plotting-nya kita sebar ke berbagai titik di luar Jakarta,” imbuhnya.

Warga pedalaman terdesak jual hasil tani

Ferry menyoroti kondisi warga di sejumlah wilayah pedalaman Sumatera yang terdampak parah akibat bencana.

Rusaknya akses jalan dan infrastruktur memaksa sebagian warga menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk menjual hasil tani demi bertahan hidup.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X