Sebulan pascabanjir, akses Syiah Utama Bener Meriah masih terputus, jembatan darurat berbahaya untuk logistik

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 26 Desember 2025 | 16:13 WIB
Sejumlah akses jalan masih terputus di Bener Meriah, Aceh (Instagram/dr.ilhamsyhputra)
Sejumlah akses jalan masih terputus di Bener Meriah, Aceh (Instagram/dr.ilhamsyhputra)

GENMILENIAL.ID — Sebulan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatera pada akhir November 2025, sejumlah wilayah terdampak masih menghadapi persoalan serius, terutama soal akses jalan dan distribusi bantuan logistik.

Salah satu daerah yang hingga kini masih mengalami kesulitan tersebut adalah Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Akses jalan utama menuju Kecamatan Syiah Utama dilaporkan masih terputus, sehingga membuat pendistribusian bantuan bagi warga terdampak belum dapat berjalan optimal.

Baca Juga: Tembok gudang supermarket di Cirebon diduga jebol diterjang banjir, warga berlarian ambil barang yang hanyut

Kondisi ini diungkapkan oleh dokter sekaligus relawan banjir Aceh melalui unggahan di akun Instagram @dr.ilhamsyhputra pada Jumat, 26 Desember 2025.

“Akses jalan utama putus di Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah. Memang masih banyak daerah di Bener Meriah itu yang belum terjangkau,” ujarnya dalam unggahan tersebut.

Jembatan darurat dibangun seadanya

Menurut relawan tersebut, tim bantuan saat ini hanya dapat menjangkau hingga Kampung Tembolon dan perbatasan Rusip.

Padahal, terdapat 14 kampung di Kecamatan Syiah Utama yang masih membutuhkan bantuan logistik secara intensif.

Baca Juga: Kebahagiaan Natal 2025, Santa Claus hibur anak-anak pengungsi di Tapanuli Tengah

Warga setempat bersama aparat TNI dan Polri telah berupaya membuka akses dengan membangun jembatan darurat secara gotong royong.

Namun, jembatan tersebut masih sangat sederhana dan dinilai berbahaya, terutama saat digunakan untuk membawa muatan bantuan.

“Ini jembatan putus, rusak. Sehingga, masyarakat di sini gotong royong bersama TNI/Polri untuk membangun jembatan baru seadanya dan itu sangat berbahaya saat bawa muatan,” jelasnya.

Kondisi tersebut memaksa kendaraan bantuan untuk melakukan bongkar muat sebagian logistik sebelum memasuki desa-desa terdampak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X