Video tersebut langsung menyedot perhatian warganet. Hingga kini, unggahan itu telah ditonton lebih dari 270 ribu kali dan dibanjiri ratusan komentar.
Banyak warganet menilai momen tersebut sebagai gambaran nyata solidaritas dan nilai kemanusiaan masyarakat di daerah terdampak bencana.
“Sebenarnya rakyat, orang-orang kecilnya tuh baik-baik. Jangan terus memojokkan saudara kita yang kena bencana,” tulis akun @ib*****.**
“Ini gambaran nyata di lapangan, saling menghargai dan timbul rasa saling mencintai sesama anak bangsa,” komentar akun @didi*********.**
Baca Juga: Berstatus objek vital nasional, PT Dahana uji kesiapan karyawan hadapi skenario darurat
Akses sulit, bantuan masih andalkan jalur udara
Sebulan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Gayo Lues pada akhir November 2025, sejumlah desa masih mengalami keterbatasan akses transportasi darat.
Kondisi tersebut membuat distribusi bantuan logistik belum dapat dilakukan secara maksimal.
Selain jalan yang terputus, pasokan listrik di beberapa wilayah juga belum sepenuhnya pulih. Situasi ini memaksa distribusi bantuan dilakukan melalui jalur udara dengan helikopter.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues pun telah memperpanjang status tanggap darurat hingga 31 Desember 2025 guna mempercepat penanganan dan pemulihan warga terdampak.***
Artikel Terkait
Ferry Irwandi ingatkan risiko syok pasar usai kirim cabe dari Aceh: Rantai suplai jangan rusak
Sherly Annavita bongkar realita distribusi bantuan bencana Sumatera: Akses terjal hingga minim komando terpusat
Di tengah banjir Aceh Tamiang, kisah ayah selamatkan kucing peliharaan ini bikin haru warganet
Sawah dan rumah hancur, begini kondisi Garoga Tapsel tiga pekan setelah dihantam banjir bandang kayu gelondongan
Momen haru warga Gayo berlarian beri durian untuk TNI usai drop bantuan logistik
Sebulan pascabanjir, akses Syiah Utama Bener Meriah masih terputus, jembatan darurat berbahaya untuk logistik
Sebulan berlalu, warga Aceh Tamiang ceritakan detik-detik 18 orang bertahan di atap rumah saat banjir datang