Tak hanya fisik, mental penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang mulai lelah pascabencana

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 25 Desember 2025 | 21:33 WIB
Cerita warga di Aceh Tamiang yang mulai merasa kelelahan mental hadapi situasi pascabanjir (Instagram/bayugawtama)
Cerita warga di Aceh Tamiang yang mulai merasa kelelahan mental hadapi situasi pascabanjir (Instagram/bayugawtama)

GENMILENIAL.ID — Hampir satu bulan berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025.

Namun bagi para penyintas, bencana belum benar-benar usai. Selain harus bertahan secara fisik, kelelahan mental kini mulai dirasakan warga yang terdampak.

Tiga provinsi terdampak paling parah dalam bencana tersebut yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hingga akhir Desember 2025, sebagian wilayah masih bergelut dengan lumpur, puing-puing bangunan, serta keterbatasan bantuan logistik.

Baca Juga: Mantan Ketum PB IDI ingatkan pelayanan kesehatan di posko pengungsi banjir Sumatera: Harus cepat ditolong tanpa rujukan RS

Banyak warga yang belum dapat kembali ke rumah karena hunian mereka rusak berat bahkan hilang tersapu banjir.

Kelelahan mental mulai dirasakan penyintas

Di tengah situasi pemulihan yang belum sepenuhnya pulih, penyintas banjir Sumatera mulai mengalami kelelahan mental.

Kondisi lingkungan yang porak-poranda, ketidakpastian ekonomi, serta kehidupan sosial yang harus dibangun dari awal menjadi beban tersendiri.

Kondisi tersebut diungkapkan oleh seorang warga Alur Jambu, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang.

Baca Juga: Sawah dan rumah hancur, begini kondisi Garoga Tapsel tiga pekan setelah dihantam banjir bandang kayu gelondongan

Dalam sebuah unggahan video di akun Instagram @bayugawtama pada Kamis, 25 Desember 2025, warga tersebut menceritakan perasaan batinnya kepada relawan.

“Aku kalau ramai-ramai begini senang, tapi kalau sendiri, habis salat, renungkan, mau stres rasanya,” ucapnya dengan suara bergetar.

Ia mengaku kehadiran orang terdekat sangat membantu menjaga kesehatan mentalnya di tengah situasi pascabencana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X