Darurat air bersih Aceh Tamiang: Warga bertahan 15 hari konsumsi air menghijau bekas pabrik sawit

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 24 Desember 2025 | 14:16 WIB
Tangkapan layar kondisi tangki air bekas pabrik sawit yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari pengungsi di Aceh Tamiang (Instagram/Ladislao_9)
Tangkapan layar kondisi tangki air bekas pabrik sawit yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari pengungsi di Aceh Tamiang (Instagram/Ladislao_9)

GENMILENIAL.ID Krisis air bersih pascabanjir di Aceh Tamiang kian menunjukkan sisi paling memprihatinkan.

Di tengah minimnya akses bantuan dan belum pulihnya infrastruktur dasar, sejumlah warga terpaksa mengandalkan genangan air di bekas pabrik kelapa sawit demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Air yang digunakan tersebut bahkan telah berubah warna menjadi hijau, menandakan kualitasnya jauh dari standar kesehatan.

Namun, keterbatasan pilihan membuat warga tak memiliki alternatif lain untuk bertahan.

Baca Juga: Kearifan lokal warga Desa Sekumur: Saring air sungai jadi bersih pascabanjir Aceh Tamiang

Air genangan jadi sumber kehidupan

Potret memilukan ini terungkap melalui unggahan akun Instagram @Ladislao_9 pada Selasa, 23 Desember 2025.

Dalam video tersebut, terlihat warga mengambil air dari sebuah kilang atau tangki besar yang sudah lama terbengkalai di area bekas pabrik kelapa sawit.

Kondisi tersebut mencerminkan situasi darurat sanitasi yang dihadapi masyarakat pascabanjir. Air yang seharusnya tidak layak konsumsi justru menjadi satu-satunya sumber kehidupan.

Baca Juga: Pakar nilai peran Seskab Teddy penting redam persepsi negatif penanganan bencana Sumatera

“Hampir 15 hari kami konsumsi air ini,” ujar seorang warga dalam video itu, menggambarkan betapa lamanya mereka bertahan di tengah krisis air bersih.

Risiko kesehatan tak terhindarkan

Secara kasat mata, kualitas air tersebut sangat memprihatinkan. Permukaan air tampak diselimuti lapisan hijau, diduga akibat lumut atau kontaminasi yang sudah berlangsung cukup lama.

“Bisa tengok airnya, memang hijau di atas, tapi kita tidak tahu di bawah seperti apa,” lanjut warga tersebut dengan nada pasrah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X