Tangis pilu nenek di Aceh Tamiang, tabungan umrah hasil nabung receh hanyut tersapu banjir

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 24 Desember 2025 | 15:08 WIB
Tangkapan layar seorang nenek di Aceh Tamiang yang tengah meratapi nasibnya karena uang tabungan umrah hanyut terbawa banjir (TikTok/alfahadid_)
Tangkapan layar seorang nenek di Aceh Tamiang yang tengah meratapi nasibnya karena uang tabungan umrah hanyut terbawa banjir (TikTok/alfahadid_)

GENMILENIAL.ID — Di tengah lumpur pekat dan puing-puing sisa banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang, terselip kisah pilu seorang nenek yang harus merelakan impian terbesarnya.

Tabungan umrah yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun, hasil menyisihkan uang receh sedikit demi sedikit, raib seketika tersapu arus banjir.

Kisah menyayat hati ini dibagikan melalui unggahan akun TikTok @alfahadid_ pada Selasa, 23 Desember 2025.

Dalam video tersebut, sang nenek tampak berusaha tegar, meski kesedihan mendalam jelas tergambar dari raut wajah dan suaranya yang bergetar.

Baca Juga: Pecah tangis syukur warga Pulau Tiga Aceh Tamiang saat relawan pertama tiba usai banjir

Receh demi receh untuk niat ke tanah suci

Bagi nenek tersebut, tabungan itu bukan sekadar uang. Setiap lembar yang ia simpan adalah simbol kesabaran dan harapan untuk bisa menunaikan ibadah umrah di usia senjanya.

“Bude kumpulin duit berhari-hari, seribu dua ribu alhamdulillah terkumpul, datang banjir,” ucap sang nenek lirih.

Uang receh yang ia kumpulkan perlahan menjadi bekal niat sucinya. Namun, banjir bandang yang datang tiba-tiba tak memberinya waktu untuk menyelamatkan harta paling berharga tersebut.

Harapan umrah pupus seketika

Air bah tak hanya merusak rumah, tetapi juga menghanyutkan impian yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Darurat air bersih Aceh Tamiang: Warga bertahan 15 hari konsumsi air menghijau bekas pabrik sawit

Dengan nada pasrah, sang nenek mengungkapkan kenyataan pahit yang harus ia terima.

“Enggak ada lagi duitnya, kepingin umroh, tapi ya kayak gimana, duitnya sudah tidak ada lagi,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X