Permintaan yang terdengar sangat sederhana itu justru membuat banyak orang tersentuh.
Di saat sebagian orang mungkin mengharapkan bantuan dalam jumlah besar, bocah ini hanya berharap bisa memiliki satu potong baju untuk dikenakan.
Ucapan syukur di tengah musibah
Hal yang paling mengharukan terjadi setelah bocah tersebut menyampaikan permintaannya. Alih-alih mengeluh atau menangis, ia justru mengucapkan rasa syukur kepada para relawan yang datang membantu.
“Alhamdulillah, makasih banyak untuk semua yang udah bantu,” ucapnya dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
Ucapan itu menjadi gambaran keteguhan hati seorang anak yang tetap mampu bersyukur meski berada dalam situasi sulit.
Pengingat pentingnya perlindungan anak korban bencana
Kisah ini menjadi pengingat kuat bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan dalam situasi bencana.
Di balik senyum polos mereka, tersimpan kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi, mulai dari pakaian, makanan, hingga rasa aman.
Momen haru ini sekaligus mengajak masyarakat, relawan, dan pemangku kebijakan untuk terus memperkuat solidaritas dan memastikan kebutuhan dasar anak-anak korban bencana tidak terabaikan.***
Artikel Terkait
Kontur jalan Aceh Tamiang masih ‘seperti agar-agar’, warga khawatir akses tak kunjung pulih pascabanjir
Akses terisolir tak surutkan aksi kemanusiaan Assyifa Peduli di Sumatera dan Aceh
Pilu korban banjir Aceh Tamiang berteduh di bawah terpal, seorang ibu mengaku tak butuh uang
Air mata relawan menetes, permintaan dua selimut bocah korban banjir Aceh: Satu untuk mamak
Bahagia dalam kesederhanaan, senyum 2 bocah pengungsi Aceh mekar saat terima madu dan kurma
Susuri pesisir Aceh Utara pasca banjir bandang, Menko Zulhas tegaskan hutan lindung tak boleh dirusak
Lelah makan mi di pengungsian, sepiring nasi Padang jadi 'hari raya' bagi korban banjir Aceh Tamiang