Polisi ungkap pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta sering merasa kesepian, KPAI pastikan pendampingan hukum dan soroti kesehatan mental di sekolah

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 13 November 2025 | 16:41 WIB
Ilustrasi - Polisi ungkap pelaku sering merasa kesepian (Unsplash/Jack Lucas Smith)
Ilustrasi - Polisi ungkap pelaku sering merasa kesepian (Unsplash/Jack Lucas Smith)

GENMILENIAL.ID – Kepolisian mengungkapkan hasil penyelidikan terkait pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Pelaku diketahui merupakan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dan masih berstatus sebagai siswa aktif.

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa 11 November 2025, polisi menyebut pelaku memiliki dorongan emosional yang kuat hingga nekat melakukan aksi tersebut.

Pelaku merasa sendiri, tak punya tempat berkeluh kesah

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengatakan pelaku sering merasa kesepian baik di rumah maupun di sekolah.

Baca Juga: Polisi ungkap hasil penyelidikan ledakan SMAN 72 Jakarta: Pelaku bertindak mandiri, tak terhubung jaringan terorisme

“Yang bersangkutan merasa sendiri, kemudian merasa tidak ada tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah,” ujar Iman.

Ia menegaskan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pihaknya bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar tidak terulang.

Densus 88: Ada inspirasi dari kasus kekerasan luar negeri

Sementara itu, Kasubdit Kontra Naratif Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, memastikan pelaku tidak terhubung dengan jaringan terorisme.

Menurutnya, pelaku hanya meniru aksi ekstrem yang terinspirasi dari berbagai peristiwa di Amerika dan Eropa.

Baca Juga: Merasa Difitnah, Kadisdikbud Subang Heri Sopandi laporkan mantan Kadinkes dan seorang lain ke polisi

“ABH hanya melakukan peniruan sebagai bentuk inspirasi. Tidak ada kaitan dengan jaringan mana pun. Kejadian ini belum termasuk tindak pidana terorisme,” ujar Eka.

Ia menambahkan, pelaku mulai mencari referensi tentang kekerasan di internet sejak awal tahun, karena merasa tertindas dan menyimpan motivasi dendam terhadap lingkungan sekitarnya.

KPAI pastikan pendampingan hukum dan tekankan pentingnya kesehatan mental

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X