Tragedi keluarga di Cibogo: Ayah bacok anak kandung hingga tewas, polisi dalami motif emosional dan tekanan psikologis

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 11:41 WIB
Ilustrasi - polisi dalami motif emosional dan tekanan psikologis ayah bacok anak kandung di Kecamatan Cibogo, Subang
Ilustrasi - polisi dalami motif emosional dan tekanan psikologis ayah bacok anak kandung di Kecamatan Cibogo, Subang

GENMILENIAL.ID – Warga Kampung Majasari, Desa Majasari, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, digemparkan oleh tragedi berdarah di tengah malam.

Seorang ayah, berinisial MM (54 tahun), tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri, Cepi Puji Lesmana (35 tahun), menggunakan sebilah golok, Jumat dini hari, 10 Oktober 2025.

Peristiwa memilukan ini tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga mengguncang publik Subang yang dikenal sebagai daerah dengan kehidupan sosial yang religius dan guyub.

Baca Juga: Menjaga kepercayaan di era digital: Saat data dan AI jadi mesin baru pertumbuhan industri keuangan

Cekcok sepele berujung maut

Menurut hasil penyelidikan Polsek Cibogo dan Satreskrim Polres Subang, kejadian bermula dari pertengkaran kecil antara pelaku dan korban di rumah mereka.

Keduanya sempat terlibat adu mulut sebelum pelaku, dalam keadaan emosi, mengambil golok dari dapur dan membacok anaknya.

Korban ditemukan bersimbah darah dengan luka di wajah, hidung, dan punggung.

Berdasarkan keterangan saksi, Yeyet Sumarni (56 tahun), kakak pelaku yang tinggal serumah, pelaku sempat menyerahkan diri ke polisi setelah kejadian.

Baca Juga: Kasus ambruknya Ponpes Al Khoziny naik ke tahap penyidikan, Polda Jatim periksa 17 saksi

“Pelaku mengaku kesal karena korban sering melawan dan memancing pertengkaran setiap kali dinasihati,” ujar Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono.

Pelaku kemudian ditangkap sekitar pukul 01.00 WIB, tak jauh dari rumahnya.

Motif emosional dan tekanan sosial jadi sorotan

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga tindakan pelaku dilatarbelakangi oleh emosi sesaat dan tekanan psikologis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X