Tragedi keluarga di Cibogo: Ayah bacok anak kandung hingga tewas, polisi dalami motif emosional dan tekanan psikologis

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 11:41 WIB
Ilustrasi - polisi dalami motif emosional dan tekanan psikologis ayah bacok anak kandung di Kecamatan Cibogo, Subang
Ilustrasi - polisi dalami motif emosional dan tekanan psikologis ayah bacok anak kandung di Kecamatan Cibogo, Subang

Pelaku diketahui telah lama bercerai dan tinggal bersama kakaknya serta ibunya yang sudah lanjut usia.

Baca Juga: Hotman Paris pertanyakan penetapan tersangka Nadiem Makarim: Audit BPKP sebut tak ada kerugian negara

Situasi keluarga yang penuh tekanan ditambah konflik berkepanjangan antara ayah dan anak disebut menjadi pemicu utama tragedi ini.

Psikolog forensik menilai kasus seperti ini sering kali terjadi akibat ketidakseimbangan emosi dan kelelahan mental yang menumpuk, tanpa kanal komunikasi yang sehat di dalam keluarga.

Polisi dalami unsur kejiwaan dan faktor pemicu

Kapolres Subang memastikan penyidikan akan dilakukan secara profesional dan menyeluruh, termasuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku.

“Kasus ini tidak hanya soal hukum, tetapi juga soal kemanusiaan. Kami akan mendalami aspek psikologis pelaku dan faktor sosial yang memicu peristiwa ini,” tegas AKBP Dony Eko Wicaksono.

Baca Juga: JPP Promedia bahas perang harga hingga strategi Suzuki di pasar hybrid

Korban kini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu (RSBI) untuk autopsi.
Sementara barang bukti berupa golok dan pakaian korban telah diamankan.

Catatan kelam kekerasan dalam rumah tangga

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan dalam keluarga (KDRT) ekstrem di Indonesia yang berujung pada kematian.

Sepanjang 2025, Kementerian PPPA mencatat peningkatan kasus kekerasan dalam rumah tangga hingga 18 persen dibanding tahun sebelumnya, sebagian besar dipicu konflik ekonomi dan tekanan emosional.

Pakar hukum pidana menilai, aparat perlu menelusuri potensi adanya gangguan mental sementara (psikosis reaktif) yang mungkin dialami pelaku, di samping tetap menegakkan hukum.

Baca Juga: Kang Akur ajak ASN dan warga Subang jadikan kebersihan sebagai karakter

Subang berduka, masyarakat dihimbau tak berspekulasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X