GENMILENIAL.ID — Suasana pagi di Bandung Barat mendadak mencekam setelah seekor macan tutul masuk ke area Hotel Anugerah, Senin, 6 Oktober 2025.
Hewan buas itu terlihat berjalan di lorong lantai dua dan sempat membuat panik para tamu serta staf hotel sebelum akhirnya berhasil dibius oleh petugas gabungan.
Petugas dari kepolisian, BKSDA Jawa Barat, dan pihak kebun binatang Bandung Zoo langsung diterjunkan ke lokasi untuk menangani insiden tersebut.
Akses menuju hotel pun sempat ditutup total demi keamanan.
Baca Juga: KPK bongkar modus jual beli kuota haji 2024, travel ilegal kembalikan uang nyaris Rp100 miliar
Berikut rangkuman fakta-fakta di balik kemunculan satwa liar yang diduga kabur dari lembaga konservasi itu.
1. Muncul tiba-tiba di lantai dua hotel
Sekitar pukul 08.45 WIB, staf hotel melaporkan adanya 'bayangan besar' di lorong kamar lantai dua.
Saat dicek, ternyata seekor macan tutul sedang berjalan perlahan di depan kamar tamu.
Manajemen hotel langsung mengevakuasi seluruh penghuni dan menutup akses ke area tersebut.
Baca Juga: Mahfud MD puji kebijakan pajak Purbaya: Tak bebani rakyat dan berani berantas korupsi
“Petugas gabungan segera datang untuk pengamanan dan pembiusan,” ujar Kapolsek Sukasari, Kompol I Ni Wayan Mirasni di lokasi kejadian.
2. Proses penangkapan berlangsung menegangkan
Evakuasi berlangsung dramatis karena posisi hewan berada di area sempit dan berdekatan dengan kamar tamu.
Artikel Terkait
Gwynn Elizabeth, pianis muda Indonesia yang meniti jejak musik klasik dari Bandung ke Skotlandia
Kemendag amankan 19.391 bal pakaian bekas ilegal senilai Rp112 miliar di Bandung
Sepatah kata pertama dari Thom Haye usai resmi diumumkan perkuat Persib Bandung
Ferry Irwandi soroti Sri Mulyani: Bukan sekadar pejabat, tapi ibu dan guru yang membimbing
Lestarikan budaya Sunda, PT Dahana gelar lomba ngadongeng untuk generasi muda Subang
Kisah haru di balik reruntuhan Ponpes Al Khoziny: 3 hari bertahan tanpa makan, salat di bawah puing, hingga diamputasi untuk hidup
Pilu istri Nadiem Makarim usai pantau sidang praperadilan: Anak-anak tiap hari tanyakan sang ayah