Gwynn Elizabeth, pianis muda Indonesia yang meniti jejak musik klasik dari Bandung ke Skotlandia

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 2 Mei 2025 | 13:22 WIB
Gwynn Elizabeth Sutanto, pianis muda Indonesia
Gwynn Elizabeth Sutanto, pianis muda Indonesia

 

GENMILENIAL.ID – Dari tangan mungilnya di usia 4 tahun, Gwynn Elizabeth Sutanto mulai mengenal dunia musik lewat Kelas Musik Anak (KMA) Yamaha. Ketertarikannya muncul secara alami, saat mendengar kakaknya berlatih piano di rumah.

Sejak itu, piano menjadi sahabat sekaligus pelabuhan rasa bagi perempuan kelahiran 25 September 1997 ini.

"Saya merasa tenang dan menikmati jika memainkan musik, terutama piano," ungkap Gwynn pada GenMilenial.id, Jumat 2 Mei 2025.

Baca Juga: Hardiknas 2025 di Subang: Pemkab tegaskan komitmen wujudkan pendidikan bermutu dan inklusif

Rasa cinta yang tumbuh sejak dini itu membawanya menekuni pendidikan musik hingga ke Royal Conservatoire of Scotland, salah satu institusi musik ternama dunia.

Di sana, ia tak hanya belajar dari para maestro, tetapi juga sempat tampil dalam kompetisi Piano Concerto tahun 2023 dan meraih predikat Highly Commended.

“Saya membawakan lagu yang pernah dimainkan dan direkam oleh guru saya, Stephen Coombs. Itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan,” katanya.

Di tengah padatnya masa belajar dan tampil, Gwynn tetap menjaga semangat berbagi. Kini ia aktif mengajar piano dan biola pemula di Bandung dan Jakarta, mendampingi anak-anak usia 4 tahun hingga orang dewasa.

Baca Juga: ESAI : Pendidikan itu membebaskan, bukan menindas

Dalam pandangannya, perkembangan musik klasik di Indonesia cukup menjanjikan. Ia melihat semakin banyak anak muda yang tertarik dan terlibat dalam konser, festival, serta kelas master musik klasik.

“Saya harap bisa ikut berperan memberikan kontribusi dalam perkembangan musik klasik di Indonesia,” ujarnya.

Gwynn mengagumi karya-karya Rachmaninoff dan terinspirasi oleh musisi seperti Seong-Jin Cho, Nikolai Lugansky, dan Hayato Sumino.

Baginya, musik adalah ruang batin untuk mencurahkan isi hati dan pikiran, sekaligus alat pemersatu rasa dan harapan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X