Lestarikan budaya Sunda, PT Dahana gelar lomba ngadongeng untuk generasi muda Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 2 Oktober 2025 | 19:14 WIB
Hari kedua Pekan TJSL 2025, PT Dahana menggelar lomba ngadongeng berbahasa Sunda pada Kamis, 2 Oktober 2025 (Dok. Istimewa)
Hari kedua Pekan TJSL 2025, PT Dahana menggelar lomba ngadongeng berbahasa Sunda pada Kamis, 2 Oktober 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – PT Dahana memanfaatkan momentum Hari Kedua Pekan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2025 untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal.

Perusahaan BUMN strategis ini menggelar lomba ngadongeng berbahasa Sunda bagi siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Subang, Kamis, 2 Oktober 2025, di Bale Dahana.

Mengangkat tema sasatoan atau fabel, lomba tersebut bukan hanya sekadar ajang kreativitas, tetapi juga langkah konkret menjaga kelestarian bahasa dan budaya Sunda di tengah derasnya arus globalisasi.

Baca Juga: Kasus HIV dan AIDS di Subang tembus 3.824, Sekda ingatkan alarm bahaya dan pentingnya validasi data

Manajer TJSL PT Dahana, Ismail Kurbani, menegaskan pentingnya upaya ini sebagai tanggung jawab sosial perusahaan.

“Lomba ngadongeng dalam bahasa Sunda ini kami hadirkan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal," ujar Ismail.

"Sebagai perusahaan yang lahir dan berkembang di Subang, Dahana ingin memastikan nilai-nilai budaya Sunda tetap terjaga di tengah arus globalisasi,” sambungnya.

Peserta dibagi ke dalam kategori putra dan putri, masing-masing menampilkan dongeng Sunda penuh pesan moral dengan ekspresi dan intonasi khas.

Baca Juga: Polres Subang kawal program Makan Bergizi Gratis: MoU dengan Bhayangkari dan swasta targetkan 4.000 penerima manfaat

Antusiasme tampak tinggi, baik dari para peserta maupun guru dan orang tua yang hadir mendampingi.

Selain sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-59 PT Dahana, lomba ini juga menegaskan komitmen perusahaan tidak hanya berkontribusi pada sektor industri bahan peledak untuk tambang, migas, kuari, hingga pertahanan militer, tetapi juga memberi dampak nyata pada sosial-budaya masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Dahana berharap anak-anak Subang semakin bangga menggunakan bahasa Sunda sekaligus melestarikan budaya leluhur.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X