Kisah haru di balik reruntuhan Ponpes Al Khoziny: 3 hari bertahan tanpa makan, salat di bawah puing, hingga diamputasi untuk hidup

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 16:27 WIB
Mengintip sederet momen dramatis penyelamatan korban insiden runtuhnya bangunan 3 lantai di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo (X.com/@basarnas114yyk)
Mengintip sederet momen dramatis penyelamatan korban insiden runtuhnya bangunan 3 lantai di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo (X.com/@basarnas114yyk)

GENMILENIAL.ID – Tragedi ambruknya musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, menyisakan kisah pilu dan heroik dari para korban yang berhasil selamat.

Di balik tumpukan beton dan debu reruntuhan, tersimpan momen-momen dramatis perjuangan hidup yang menggugah nurani.

Hingga Sabtu, 4 Oktober 2025, Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, mencatat total 118 korban, dengan 14 meninggal dunia dan 104 selamat.

“Jumlah total sekarang 118 orang, dengan rincian 14 meninggal dunia dan 104 selamat,” ujar Nanang di lokasi kejadian.

Baca Juga: Tegur pengamen mabuk, warga Pamanukan tewas dikeroyok: Polres Subang tangkap tiga pelaku dalam waktu singkat

Satu per satu, cerita dari balik puing mengungkap kekuatan iman dan perjuangan manusia yang luar biasa.

Terpaksa diamputasi di bawah puing

Nur Ahmad menjadi satu dari korban yang berhasil diselamatkan, namun dengan harga yang tak kecil.

Tangannya terpaksa diamputasi agar bisa keluar dari himpitan beton yang menjerat tubuhnya.

Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Tim SAR bahkan sempat mempertaruhkan nyawa mereka karena bangunan sewaktu-waktu bisa runtuh kembali.

Baca Juga: Kondisi Ole Romeny belum pulih total, Kluivert siapkan 3 opsi striker pengganti di Timnas Indonesia

“Saya sudah siap mati sama pasien kalau bangunan itu runtuh. Karena itu sangat berbahaya, salah gerak sedikit ambruk,” kata dr. Aaron Franklyn Simatupang, salah satu nakes yang terlibat langsung.

Operasi penyelamatan selesai pada pukul 01.30 WIB. Ahmad akhirnya keluar dari reruntuhan hidup, meski dengan satu tangan yang hilang.

Bertahan 3 hari tanpa makan dan minum

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X