IFG dukung pagelaran ketoprak financial ‘Samber Nyawa’ untuk lestarikan budaya tradisional

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 21:31 WIB
Penampilan pementasan ketoprak finansial ‘Samber Nyawa’ di GKJ, Jakarta (Tangkapan layar YouTube)
Penampilan pementasan ketoprak finansial ‘Samber Nyawa’ di GKJ, Jakarta (Tangkapan layar YouTube)

GENMILENIAL.ID – Indonesia Financial Group (IFG) memberikan dukungan penuh terhadap pagelaran Ketoprak Financial yang kali ini mengangkat lakon 'Samber Nyawa'.

Langkah ini menjadi wujud komitmen IFG dalam melestarikan seni dan budaya tradisional Indonesia, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap nilai-nilai luhur bangsa.

Ketoprak Financial merupakan sebuah inovasi seni pertunjukan yang memadukan seni ketoprak tradisional dengan partisipasi para profesional lintas sektor, termasuk pelaku industri keuangan, BUMN, akademisi, perusahaan swasta, anggota DPR, dan jurnalis senior.

Baca Juga: Justin Hubner tolak tawaran klub Indonesia, pilih fokus berkarier di Eropa

Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan pertunjukan yang segar namun tetap mempertahankan esensi budaya.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menilai Ketoprak Financial adalah platform unik dan bermakna untuk menjaga kelestarian seni tradisional.

“Melalui dukungan ini, kami berharap dapat turut serta memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada generasi muda, khususnya melalui pesan moral yang terkandung dalam lakon ‘Samber Nyawa’,” ujarnya.

Lakon 'Samber Nyawa' sendiri sarat akan pesan moral yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

Baca Juga: Tok! Khofifah atur ketat penggunaan sound horeg di Jawa Timur, ini aturan hingga sanksinya

Kisahnya menekankan pentingnya semangat juang yang pantang menyerah, keberanian menghadapi tantangan, dan tekad untuk melawan ketidakadilan.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan keberlanjutan yang dipegang IFG dalam menjalankan bisnis.

Pagelaran ini juga menjadi simbol kolaborasi lintas sektor demi pelestarian budaya.

Keterlibatan eksekutif keuangan, akademisi, hingga insan media membuktikan bahwa tanggung jawab melestarikan warisan budaya adalah tugas bersama.

Baca Juga: Pertarungan narasi Papua di media digital semakin tajam di Pemilu 2024

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X