CERPEN: Beludru merah terang itu tidak lagi bercahaya

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Jumat, 18 Juli 2025 | 14:33 WIB
Ilustrasi - Beludru merah terang itu tidak lagi bercahaya
Ilustrasi - Beludru merah terang itu tidak lagi bercahaya

Dengan sekejap kota yang tadinya kumuh menjadi kota yang begitu bercahaya.

Baca Juga: Istana jelaskan status Bobby Kertanegara, kucing Presiden Prabowo yang dikawal polisi: Properti negara

Aku sendiri kaget, kok bisa? Padahal sebelumnya aku sama sekali tidak punya cita-cita menjadi ini itu.

"Ya ndak tahu. Kok tanya saya," jawabku kepada wartawan.

"Terus, tanya siapa dong?"

"Kata mas Ebiet kan sudah jelas. Tanyakan saja kepada rumput yang bergoyang," jawabku mulai pandai berkelit yang selanjutnya dinarasikan oleh pemujaku pandai berdiplomasi.

Jarak antara ngapusi dan diplomasi menjadi sangat kabur.

Baca Juga: Resmi, Garuda satu grup dengan Irak dan Arab Saudi di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Orang-orang itu tentu saja tidak tahu. Saat didatangi Pak Luhur Budi Paramarta selaku koordinator para ndoro ada satu ritual yang harus aku jalani.

Apa itu? Tapa Asu, bertapa laksana anjing. Biar suatu saat nanti aku selalu ingat kepada para ndoro yang memberi makan.

Padahal dari sisi fisik aku bukan jenis anjing mahal seperti Tibetan Mastiff, Samoyed, Rottweiler, Akita, atau Bernese Mountain Dog.

Aku hanya anjing kampung yang biasa dijadikan tongseng asu oleh warga Karanglo.

Baca Juga: JPP Promedia audiensi dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, bahas sinergi media dan pemerintah

Tapi aku sangat setia kepada para ndoro yang hidupnya semakin kaya raya.

Dari Karanglo ke Jayakarta. Berkendara mobil Esemku. Beritanya headline (belum ada istilah viral) di semua media mapan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X