CERPEN: Beludru merah terang itu tidak lagi bercahaya

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Jumat, 18 Juli 2025 | 14:33 WIB
Ilustrasi - Beludru merah terang itu tidak lagi bercahaya
Ilustrasi - Beludru merah terang itu tidak lagi bercahaya

Aku sang Raja. Sebelumnya bukan siapa-siapa. Hanya bocah kurus yang tinggal di bantaran sungai.

Tidak punya bakat istimewa. Saat sekolah sejak sekolah dasar hingga menyandang titel Bachelor of Science (BSc) nilaiku biasa-biasa saja, bahkan sedikit di bawah rata-rata.

Tapi di Karanglo gelar doktorandus disematkan di depan namaku. Aku pun bingung. Di Jayakarta gelarku berubah lagi jadi insinyur. Padahal mestinya hanya BSc.

Sekarang aku dikejar-kejar soal ijazah yang katanya palsu. Kenapa bisa begitu? Aku tidak akan mengatakan ijazah itu asli atau palsu.

Baca Juga: Ahmad Dhani akui pernah jadi korban KDRT oleh Maia Estianty: El pernah lihat saya dilempar remote TV

Namun sekedar mengenang jalan hidup yang aku sendiri kaget, bisa sangat luar biasa seperti ini. Semua itu dimulai dari mimpi, beludru merah terang bercahaya yang jatuh di wuwungan rumahku.

Sebagai orang jawadwipa aku percaya, mimpi bukan sekedar kembang tidur, melainkan sasmita yang aku terjemahkan sebagai jalan cahaya.

Betul juga. Tidak lama setelah itu aku diundang oleh Pak Menteri ikut pameran produk-produk furniture di Abudaby, lanjut ke Zurich dan beberapa kota besar di Eropa Sejak itu kehidupan keluargaku membaik.

Ekspor furniture lancar. Mas Wiwit, begitu aku biasa dipanggil, bukan lagi juragan mebel kecil-kecilan. Melainkan berkat bantuan Pak Menteri sudah go international.

Baca Juga: Ahmad Dhani ungkap pesan terselubung di balik pujian untuk suami Maia Estianty

Pak Menteri yang sudah pensiun rupanya menjadi Koordinator Para Ndoro.

Dalam pembicaraan rahasia yang hanya tercatat dalam ingatan, suatu saat Pak Koordinator menyuruhku bersiap diri menggantikan Pak Wali yang paketannya sudah mau habis.

Nanti, katanya, aku didampingi ketua partai terbesar di kota Karanglo yang karena pemeluk agama minoritas tidak bisa menjadi Walikota Karanglo.

"Siap ya dik?" kata Pak Koordinator Para Ndoro.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X