Sebelum aku sempat menjawab, seorang pria bergamis putih dengan sorban yang tegak seperti tiang keadilan muncul dari ambang pintu masjid.
Itu adalah Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta, Aspahani namanya, namun kini ia adalah Penjaga Gerbang Ilham, yang tugasnya menimbang setiap kata, setiap ide, agar tidak menyimpang dari Kebenaran Hakiki.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul: 571 ribu rekening penerima bansos diduga digunakan untuk judi online
Ia sedang berdiskusi pelan dengan sesosok bayangan yang tak terlihat, mungkin dengan malaikat penjaga makna.
"Setiap kata harus melalui saringan keikhlasan, wahai Jiwa," bisiknya. "Dana untuk 'Puisi Cahaya Tanpa Kata' telah disetujui, namun 'Pameran Kaligrafi Mimpi Buruk' masih perlu direvisi, takut menyesatkan jiwa."
Tiba-tiba, dari serambi masjid, muncul seorang wanita dengan kerudung yang memancarkan aura ketenangan, seolah tenunannya adalah benang-benang takdir.
Di tangannya tergenggam lembaran-lembaran yang bukan lagi buku catatan, melainkan lembaran-lembaran yang berisi tulisan dengan tinta cahaya.
Baca Juga: Mail Syahputra pilih setia dampingi Nikita Mirzani meski sama-sama terjerat kasus hukum
Itu pasti Kunni Masrohanti, kini bukan hanya Ketua Perkumpulan Penyair Perempuan, melainkan Perempuan Pembawa Risalah, yang puisi-puisinya adalah jembatan hati menuju pemahaman yang lebih dalam.
"Ada bisikan Ilahi, Kunni?" bisikku.
"Senantiasa," jawabnya sambil tersenyum, senyumnya adalah janji-janji yang menenteramkan jiwa.
"Barusan ada seorang musafir yang salah mengira kiblat sebagai arah tujuannya. Itu metafora yang mendalam tentang bagaimana manusia seringkali tersesat mencari makna hidup, padahal arahnya sudah jelas."
Tak lama kemudian, masuklah seorang pria dengan tubuh tinggi, ia melantunkan sebuah irama yang menggugah, bukan lagi musik, melainkan getaran-getaran spiritual yang menghunjam kalbu.
Baca Juga: Menag ungkap peluang ibadah haji dan umrah gunakan kapal laut, sebut Saudi kini lebih terbuka
Itu Irzi, sang Penyair Melodious, kini merangkap sebagai seorang 'Suara yang Memandu', yang melodinya adalah petunjuk jalan bagi jiwa-jiwa yang kebingungan.
Artikel Terkait
Mengenang sosok penyair Legenda Indonesia, Sapardi Djoko Damono
Salah satu penyair terbaik Indonesia, ini biografi singkat W.S Rendra
Mengenal lebih jauh penyair Pulo Lasman Simanjuntak dan karya sastranya
Pulo Lasman Simanjuntak berikan tanda tangan simbolik pada buku antologi puisi penyair perempuan Indonesia
Merajut keragaman dalam sastra, UKWMS Kampus Madiun gelar 'Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental'
Mengenal Tetralogi Pulau Buru: Warisan sastra yang membongkar sejarah dan kemanusiaan
ESAI: Politik, sastra, dan peradaban 'ketika kata menjadi jalan merdeka'